Makassar Mulia
Appi Sambut Pemuda Muhammadiyah, Bahas Makassar Calon Tuan Rumah Muktamar
Ringkasan Berita:
- Kota Makassar diusulkan jadi lokasi perhelatan akbar Muktamar Pemuda Muhammadiyah 2027
- Ketua PD PM Kota Makassar, Muhammad Fauzan, menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin guna melaporkan rencana besar tersebut
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kota Makassar menemui Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin Kamis (30/4/2026).
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kota Makassar resmi menyatakan kesiapannya untuk memboyong perhelatan akbar Muktamar Pemuda Muhammadiyah 2027 ke "Kota Daeng".
Ambisi ini mulai dikonkretkan lewat koordinasi intensif bersama Pemerintah Kota Makassar.
Ketua PD PM Kota Makassar, Muhammad Fauzan, menemui Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin guna melaporkan rencana besar tersebut.
Pertemuan ini menjadi langkah awal sebelum usulan resmi dibawa ke forum Tanwir—sidang pleno di bawah Muktamar—yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Mei mendatang.
"Insyaallah Tanwir akan digelar di Bali bulan Mei mendatang. Kami mengunjungi Wali Kota untuk menyampaikan kesiapan PD PM Makassar sebagai tuan rumah," ujar Fauzan di Pelataran Balai Kota usai menemui Wali Kota, Kamis, 30 Oktober 2026.
Balai Kota Beri Restu dan Dampak Ekonomi
Gayung bersambut, rencana menjadikan Makassar sebagai pusat gravitasi pemuda Muhammadiyah se-Indonesia ini mendapat sinyal positif dari Wali Kota Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota meminta jajaran PD PM segera melengkapi dokumen administratif dan memperkuat dukungan dari berbagai struktur organisasi.
Bagi pemerintah kota, agenda berskala nasional bukan sekadar urusan seremonial organisasi. Ada napas ekonomi dan promosi daerah yang ikut dipertaruhkan.
"Alhamdulillah responsnya mantap. Beliau (Wali Kota) meminta kami menyiapkan semua berkas yang perlu dipersiapkan, termasuk rekomendasi dari lintas struktur," tutur Fauzan.
Ia menambahkan bahwa Wali Kota sangat terbuka terhadap agenda yang mendatangkan massa dalam jumlah besar dari luar daerah.
Selain menjadi ajang pengenalan budaya dan destinasi wisata lokal, Muktamar diyakini mampu memicu perputaran ekonomi yang signifikan bagi warga Makassar. "Intinya kami mendapatkan dukungan penuh," tegas Fauzan.
Memperkuat Konsolidasi Internal
Meski dukungan pemerintah sudah di kantong, Fauzan sadar bahwa tiket tuan rumah harus diperjuangkan melalui mekanisme organisasi yang ketat di forum Tanwir.
Saat ini, koordinasi di level internal Muhammadiyah terus dimatangkan.
Dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Makassar hingga Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PW PM) Sulawesi Selatan disebut telah solid.
"Tapi kan ini baru akan kami usulkan saat Tanwir nanti. Kalau di internal kami, mulai dari PDM hingga pimpinan di atas kami (PWPM), sudah terkoordinasi. Doakan kami semoga konsisten dan komitmen untuk Muktamar di Makassar ini," harap Fauzan.
Sebagai bentuk keseriusan dalam melobi dan mengawal usulan ini, PD PM Makassar berencana mengirim delegasi besar ke Bali pada Mei 2026 nanti. Tidak hanya peserta resmi yang memiliki hak suara, barisan "penggembira" juga akan dikerahkan untuk menyemarakkan suasana sekaligus menunjukkan kesiapan mental kader Makassar.
"Nanti akan kami berangkatkan juga peserta penuh dan penggembira ke Pulau Dewata. Pokoknya kita totalitas," pungkas Fauzan.
Jika usulan ini diterima di forum Tanwir, Makassar akan kembali menjadi sorotan nasional sebagai panggung konsolidasi gerakan pemuda Islam terbesar di Indonesia pada 2027 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260430-Pemuda-temui-Appi-di-mks.jpg)