Makassar Mulia
Khadijah Jadi Teladan, Melinda Aksa: Perempuan Bebas Tentukan Pilihan Hidup
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sosok Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi Muhammad SAW, menjadi inspirasi bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam menjalani berbagai peran sebagai perempuan.
Bagi Melinda, Khadijah merupakan figur perempuan tangguh yang mampu menyeimbangkan peran sebagai istri sekaligus pengusaha sukses.
Nilai-nilai yang diteladankan Khadijah dinilai tetap relevan hingga saat ini, terutama dalam menggambarkan sosok perempuan modern yang kuat di ranah keluarga maupun publik.
“Sosok Khadijah menjadi inspirasi, bagaimana beliau bisa menjalankan peran sebagai istri dan tetap menjadi pengusaha hebat,” ujar Melinda Aksa, Selasa (21/4/2026).
Dari inspirasi tersebut, semangat perempuan untuk terus berkembang pun terus dirawat, termasuk dalam momentum peringatan Hari Kartini.
Baca juga: Melinda Aksa Jadikan Khadijah binti Khuwailid Sebagai Inspirasi
Menurut Melinda, semangat yang diwariskan Kartini dan Khadijah memiliki benang merah yang sama, yakni perempuan yang tidak berhenti belajar dan terus bertumbuh.
Di tengah kesibukannya, Melinda menjalani berbagai peran sekaligus.
Ia adalah seorang ibu, aktif di dunia pendidikan sebagai Ketua Yayasan Bosowa Education, serta kini mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar.
Seiring terpilihnya Munafri Arifuddin sebagai Wali Kota Makassar, peran Melinda pun semakin luas.
Ia tak hanya berada di ranah keluarga dan pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Perubahan tersebut menuntut penyesuaian, baik dalam mengatur waktu maupun menentukan prioritas.
Ia mengakui, menjalani berbagai peran tidaklah mudah dan membutuhkan dukungan, terutama dari keluarga.
“Menyeimbangkan itu perlu dengan banyak dukungan, terutama dari keluarga, dari suami, dari anak-anak,” tuturnya.
Ia menggambarkan keluarga sebagai sumber energi, tempat untuk kembali saat lelah dan berbagi ketika beban terasa berat.
Meski demikian, Melinda menyadari tidak semua peran dapat dijalani dengan intensitas yang sama.
Ia pun memilih untuk mengurangi keterlibatannya di yayasan agar dapat lebih fokus menjalankan perannya di PKK.
“Bagaimana saya mengatur waktu, saya mengurangi peran saya di yayasan karena sekarang kesibukan lebih banyak sebagai Ketua TP PKK,” katanya.
Di PKK, Melinda melihat langsung bagaimana perempuan diberdayakan melalui berbagai program, mulai dari pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga edukasi kesehatan keluarga.
“Banyak sekali, kami di PKK fokus untuk keluarga, memberikan pelatihan, pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga dan mencetak generasi masa depan.
Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi hal yang sangat penting.
Melinda juga menilai, di era saat ini, peluang bagi perempuan semakin terbuka luas, baik dalam pendidikan maupun karier.
Namun, ia menegaskan pilihan tetap berada di tangan masing-masing individu.
“Apakah fokus sebagai ibu rumah tangga atau berkarier, itu kembali ke tujuannya masing-masing,” ujarnya.
Ia menekankan, tidak ada peran yang lebih rendah.
Semua memiliki nilai dan kontribusi yang sama pentingnya.
Di akhir pernyataannya, Melinda mengajak perempuan untuk terus belajar dan tidak meremehkan perannya sendiri.
“Pesan saya, jangan berhenti belajar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar perempuan, khususnya ibu rumah tangga, tidak merasa rendah diri.
“Jangan pernah merasa ‘saya hanya ibu rumah tangga’, itu salah sekali. Semua peran kita itu hebat, bagaimana kita memilih dan memaksimalkan peran itu,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260421-Melinda-Aksa-Makassar.jpg)