Makassar Mulia

Damkarmat Makassar Aktifkan 7 Posko Hadapi El Nino Godzilla, Siaga Kebakaran dan Krisis Air

Tribun Timur/ Siti Aminah
DAMKARMAT MAKASSAR - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang diwawancara di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (15/4/2026). Damkarmat akan mengaktifkan tujuh posko untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang atau El Nino Godzilla. 
Ringkasan Berita:
  • Damkarmat Makassar aktifkan 7 posko hadapi El Nino hingga Oktober 2026.
  • Posko khusus ini dibentuk untuk menghadapi musim kekeringan, antisipasi kebakaran dan distribusi air bersih saat kemarau.
  • Sekitar 60 armada disiagakan, masyarakat diminta tingkatkan kewaspadaan.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar mengaktifkan tujuh posko untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang.

Posko yang diaktifkan terdiri dari satu posko utama di Mako Jalan Ratulangi dan enam posko di luar Mako.

Diketahui, fenomena iklim Elnino Godzilla diperkirakan akan terjadi hingga Oktober 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya risiko kebakaran dan kekeringan di wilayah kota.

Kepala Dinas Damkarmat Fadli Wellang menyebut, dua potensi utama yang diwaspadai yakni kebakaran dan krisis air bersih.

“Jadi terkait dengan kondisi musim kering yang akan berkepanjangan, kita dari Dinas Pemadam Kebakaran membentuk posko khusus untuk menghadapi musim kekeringan ini,” ucap Fadli Wellang di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan, suhu tinggi saat kemarau meningkatkan potensi benda mudah terbakar.

Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada agar tidak lalai terhadap sumber-sumber api.

“Kalau untuk bahaya kebakaran ini kita berharap mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikut menjaga, jangan sampai kita lalai,” katanya.

Selain kebakaran, Damkarmat juga bersiap membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.

Petugas akan mendukung Perumda Air Minum (PDAM) melalui armada mobil tangki yang dimiliki.

“Kemudian musim kekeringan, kita akan membackup PDAM untuk menyalurkan air bersih dengan menggunakan armada yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, Damkarmat tetap menyiagakan personel untuk kondisi darurat kebakaran.

Ia juga menyoroti potensi kebakaran lahan kosong yang kering saat kemarau.

Terlebih jika lahan tersebut dijadikan tempat pembuangan sampah atau terdapat puntung rokok.

“Kita berharap pengawasan ini tidak bisa hanya dari Damkar, harus melibatkan camat, lurah, hingga RT/RW,” ungkapnya.

Untuk penyaluran air bersih, Damkarmat memiliki sekitar 60 armada yang tersebar di berbagai posko.

“Ada kurang lebih 60an armada yang kita siapkan, tetapi tetap ada yang standby untuk kondisi darurat,” ujarnya.

Selain mobil pemadam, Damkarmat juga mengaktifkan armada motor pemadam atau damtor untuk menjangkau lorong sempit.

Ke depan, Damkarmat menilai perlu adanya modernisasi peralatan seiring perkembangan kota.

Kebutuhan tersebut termasuk kendaraan khusus untuk gedung tinggi hingga penanganan kebakaran berbasis teknologi baru.

Ia mencontohkan tantangan kebakaran baterai lithium yang tidak bisa dipadamkan dengan air.

“Baterai lithium ini tidak bisa dipadamkan dengan air, harus menggunakan blanket khusus,” jelasnya.

Selain itu, Damkarmat juga menyoroti keterbatasan sarana penanganan kebakaran di wilayah laut.

Saat ini, mereka hanya memiliki perahu karet dan belum memiliki speedboat atau fireboat khusus.

“Kita butuh juga sarana SAR di laut, termasuk fireboat untuk penanganan kebakaran di kapal dan wilayah kepulauan,” pungkasnya. (*)