Makassar Mulia

Ajak Kader Aktif Pilah Sampah dari Rumah, Melinda Aksa: PKK Harus Jadi Contoh

Humas Pemkot Makassar
PKK MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa sambutan dalam Kajian Islam TP PKK Makassar di Masjid Agung 45 Makassar, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4/2026). Melinda mengajak kader PKK aktif pilah sampah dari rumah.  
Ringkasan Berita:
  • Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa mengajak seluruh pengurus aktif memilah sampah sejak tingkat rumah tangga.
  • Langkah ini mendukung program pemerintah dalam mengatasi peningkatan sampah di TPA.
  • PKK diminta jadi contoh dengan praktik sederhana seperti biopori, komposter, dan maggot untuk mengurangi sampah.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa mengajak seluruh elemen TP PKK se-Makassar aktif memilah sampah mulai dari lingkungan rumah tangga. 

Ajakan itu disampaikan dalam Kajian Islam TP PKK Makassar di Masjid Agung 45 Makassar, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan dihadiri para ketua dan pengurus inti TP PKK kecamatan dan kelurahan se-Makassar. 

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar memfokuskan perhatian pada pengelolaan sampah, mengingat volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terus meningkat. 

"Kita harus mendukung program ini,” ujar Melinda.

Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar ini menegaskan pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Perubahan besar dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari oleh masyarakat. 

“Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus PKK untuk mulai membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga," katanya.

Baca juga: Misi Besar TP PKK Makassar 2026: Bebas Stunting, Keluarga Makin Kuat dan Mandiri!

Pengurus PKK harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah di lingkungan masing-masing. 

“Jangan sampai kita mengajak orang lain, tapi kita sendiri belum melakukannya di rumah. Dengan memberikan contoh secara langsung, diharapkan masyarakat juga lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut,” jelas Melinda.

Banyak cara sederhana mengelola sampah rumah tangga. 

Seperti membuat lubang biopori, menggunakan komposter untuk mengolah sampah organik, hingga memanfaatkan maggot sebagai alternatif pengolahan sampah. 

Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

"Jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, saya yakin upaya ini mampu memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah di Kota Makassar,” kata Melinda.

Melalui keterlibatan aktif TP PKK hingga tingkat kelurahan, Melinda berharap kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dapat semakin meningkat.(*)