Makassar Mulia
60 Persen Lahan Tuntas, Jalan Alternatif Leimena-Antang Makassar Dikebut
Ringkasan Berita:
- Pembangunan jalan alternatif di Jalan Dr Leimena terus dikebut.
- Pembebasan lahan telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung Juli 2026.
- Jalur sepanjang 1,3 km disiapkan sebagai solusi kemacetan, sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan permukiman di Nipa-Nipa.
- Proyek digarap bersama Kalla Land & Property dan Pemerintah Kota Makassar.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena, Kota Makassar, dikebut.
Proyek yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, serta Panakkukang ini tak sekadar membuka akses baru.
Tetapi juga jadi kunci penataan kawasan berkembang di Nipa-Nipa dan sekitarnya.
Pemerintah Kota Makassar bersama Kalla Land & Property kini fokus menuntaskan tahapan krusial, yakni pembebasan lahan yang telah mencapai sekitar 60 persen.
Targetnya, seluruh pembebasan lahan rampung Juli.
Dengan panjang jalan sekitar 1,3 kilometer di atas lahan kurang lebih 6 hektare, jalan alternatif Riverside ini menjadi solusi konkret meningkatnya mobilitas warga, seiring pesatnya pembangunan kawasan hunian baru.
Apalagi, kawasan tersebut tengah berkembang pesat dengan pembangunan sedikitnya empat klaster perumahan berisi sekitar 600 unit rumah.
Baca juga: Munafri Gaungkan Revitalisasi Pasar Sentral, Target Jadi Pusat Ekonomi Rakyat
Chief Executive Officer Kalla Land & Property, Ricky Theodores mengatakan progres pembebasan lahan terus digenjot agar sesuai target.
"Kami menargetkan pembebasan lahan selesai Juli, sehingga pada Oktober seluruh legalitas sudah 'clean and clear' sebelum diserahkan ke pemerintah kota," jelas Ricky dalam rapat monitoring progres pembangunan jalan alternatif Jalan Leimena-Antang di Balai Kota Makassar bersama Wali Kota, Munafri Arifuddin, Kamis (9/4/2026).
Proyek ini juga telah memiliki dasar perencanaan yang kuat. Jalur alternatif tercantum dalam data perencanaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta dokumen AMDAL.
Dukungan lintas sektor pun terus mengalir.
"Kami sudah menyampaikan rencana ini di BBWS Pompengan dihadiri Dinas PU dan Dinas Tata Ruang. Mereka (BBWS Pompengan) akan melihat detail sinkronisasi tapi pada dasarnya mereka mendukung," jelas Ricky.
Sementara Appi, sapaan Munafri meminta untuk memastikan proyek dapat segera rampung dan memberi dampak langsung bagi masyarakat dalam mengurai kemacetan di Antang Raya.
Ia menekankan agar kendala di lapangan, terutama terkait pembebasan lahan, segera disampaikan terbuka kepada pemerintah kota agar dapat difasilitasi.
Setelah penyerahan lahan, Pemkot siap pengerjaan fisik jalan, termasuk pengaspalan.
Appi juga mengingatkan agar pihak Kalla Land & Property selaku pengembang memperhatikan aspek tata ruang, termasuk penyediaan lahan ruang terbuka hijau (RTH).
"Supaya jangan semuanya lagi langsung jadi ruko lagi di samping," ujar Appi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260409-Rapat-proyek-jalan-Leimena-Antang.jpg)