Makassar Mulia

Melinda Aksa Dorong IKM Makassar Naik Kelas

Humas Pemkot Makassar
ZOOM MEETING - Ketua Dekranasda Makassar, Melinda Aksa saat mengikuti Zoom Meeting Kick Off Road to HUT Dekranasda 2026 dari Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (12/3/2026) Melinda Aksa, mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Makassar naik kelas. 
Ringkasan Berita:
  • Melinda Aksa mendorong pelaku IKM Makassar meningkatkan kapasitas usaha agar naik kelas.
  • Pelaku usaha diperkenalkan konsep Porter Value Chain untuk memahami rantai nilai bisnis.
  • Program ini menjadi bagian dari Road to HUT Dekranasda 2026 untuk memperkuat industri kreatif.

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Makassar naik kelas. 

IKM diharapkan mampu bersaing dan memperluas pasar hingga tingkat nasional dan internasional.

Hal tersebut disampaikan Melinda saat mengikuti Zoom Meeting Kick Off Road to HUT Dekranasda 2026 dari Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (12/3/2026).

Menurut Melinda, penguatan kapasitas pelaku industri kreatif menjadi langkah penting agar produk kriya dan fashion lokal memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

Ia menilai pelaku IKM perlu memahami rantai nilai bisnis secara menyeluruh

Mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran.

Sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

“Pemahaman terhadap rantai nilai bisnis sangat penting bagi pelaku IKM, mulai dari proses pengembangan produk hingga strategi pemasaran, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar,” ujar Melinda.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA tersebut menjadi langkah awal dari rangkaian program menuju peringatan Hari Ulang Tahun Dekranasda 2026.

Forum ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pengembangan industri kreatif di Makassar

Khususnya pada sektor fashion dan kriya yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dalam pertemuan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai penguatan ekosistem industri kreatif melalui pendekatan Porter Value Chain.

Konsep yang diperkenalkan oleh pakar manajemen Michael Porter tersebut menjelaskan bahwa sebuah usaha tidak berdiri sendiri.

Melainkan terdiri dari rangkaian aktivitas yang saling terhubung untuk menciptakan nilai tambah bagi sebuah produk.

Melalui pendekatan ini, pelaku usaha didorong untuk memahami setiap tahapan dalam proses produksi dan distribusi produk agar mampu meningkatkan kualitas serta daya saing usaha mereka.

Dalam pemaparan yang disampaikan, konsep tersebut dijelaskan melalui analogi industri tenun.

Setiap tahapan produksi memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah.

Mulai dari proses logistik masuk seperti penerimaan bahan baku, proses produksi seperti pewarnaan dan penenunan, hingga tahap distribusi dan pemasaran produk kepada konsumen.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan alur rantai nilai bisnis yang terdiri dari enam tahapan utama.

"Tahapan tersebut meliputi riset dan pengembangan, pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, pemasaran dan penjualan, hingga layanan purna jual kepada pelanggan," papar Melinda. 

Melalui pemahaman terhadap rantai nilai tersebut, pelaku IKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dekranasda Makassar juga berharap kolaborasi dan penguatan kapasitas pelaku industri kreatif ini dapat melahirkan produk kriya yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan pasar.

Selain itu, inovasi produk yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat identitas produk lokal Makassar di tingkat nasional maupun internasional.

"Kick off kegiatan Road to HUT Dekranasda 2026 ini menjadi bagian dari upaya Dekranasda Makassar dalam mempersiapkan berbagai program pengembangan industri kreatif," katanya. 

Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran pelaku IKM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi kreatif di Kota Makassar. (*)