Makassar Mulia

Pemkot Makassar Gandeng Putera Sampoerna Foundation Siapkan Program Peningkatan Kapasitas Guru

Humas Pemkot Makassar
KUALITAS GURU - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima perwakilan Putera Sampoerna Foundation di Ruang Rapat Wali Kota, Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Sabtu (9/3/2026). Pemkot Makassar gandeng Putera Sampoerna foundation tibhjai kualitas guru.  

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar bekerjasama Putera Sampoerna Foundation (PSF) akan meningkatkan kapasitas guru dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kerjasama tersebut dibahas dalam rapat atau audiensi jajaran Putera Sampoerna Foundation bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 

Rapat dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar Dahyal

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Sabtu (9/3/2026). 

Putera Sampoerna Foundation merupakan institusi bisnis sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan. 

Institusi ini hadir menciptakan pemimpin masa depan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global. 

PSF menerapkan ekosistem pendidikan komprehensif, mulai dari sekolah berasrama, pelatihan guru, hingga penyaluran beasiswa bagi siswa berprestasi.

Baca juga: Andi Lukman: 44 Persen Guru Besar di LLDikti IX Berasal dari UMI

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar mengatakan kerja sama tersebut bertujuan untuk menganalisis sekaligus memperkuat kompetensi guru. 

Khususnya dalam aspek pedagogik dan profesionalisme.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru sangat penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pembelajaran yang diterima siswa di kelas.

“Mereka akan membantu kami melihat dan menganalisis apa sebenarnya persoalan mendasar yang dihadapi guru dalam mengajar, apakah terkait kemampuan pedagogik atau profesionalisme,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut akan diawali dengan serangkaian pertemuan lanjutan untuk memetakan persoalan utama yang dihadapi guru di Kota Makassar.

Hasil pemetaan itu nantinya menjadi dasar dalam merancang program peningkatan kapasitas bagi para tenaga pendidik.

“Kita akan melakukan pertemuan lanjutan dulu untuk melihat persoalan paling mendasar di Makassar terkait profesionalisme guru dalam mengajar,” jelasnya.

Dari pengamatan awal, kata dia, persoalan yang paling menonjol berkaitan dengan kemampuan pedagogik serta profesionalisme guru saat berada di ruang kelas.

Baca juga: Insentif Guru Naik di Era Prabowo, Kadisdik Gowa: Kami Belum Terima Juknis

Menurutnya, kemampuan tersebut sangat menentukan bagaimana seorang guru mampu menjadi motivator bagi siswa.

“Guru harus bisa menjadi motivator di dalam kelas, sehingga siswa memiliki keinginan belajar yang muncul dari dirinya sendiri, bukan sekadar karena kewajiban,” katanya.

Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemetaan awal terhadap sejumlah SD dan SMP di Makassar. 

Dari hasil pemetaan tersebut, ditemukan bahwa umumnya guru masih berada pada tahap penguasaan teori dan belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan metode pembelajaran secara efektif di kelas.

“Kami melihat sebagian guru sebenarnya sudah sering mengikuti pelatihan. Namun mereka masih belum mengetahui bagaimana menerapkan metode tersebut secara langsung di kelas,” ujar Elan.

Elan juga menilai kemungkinan tantangan guru setiap sekolah di Makassar juga berbeda-beda, baik dari sisi karakter siswa maupun lingkungan belajar. 

Karena itu, program peningkatan kapasitas guru perlu dirancang lebih spesifik dan berfokus pada tahap implementasi.

Untuk itu, Putera Sampoerna Foundation, lanjutnya, menawarkan dukungan untuk merancang program intervensi selama satu tahun yang menyasar sekitar 50 guru dari lima SD dan lima SMP sebagai tahap awal. 

Program tersebut bertujuan meningkatkan praktik mengajar di kelas hingga berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. 

Ia menegaskan, peningkatan kualitas pendidikan memang harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru. 

“Sebelum kita bicara masalah infrastruktur, kita bicara bagaimana pedagogi terapan guru. Karena tidak mungkin anak-anak bisa pintar kalau gurunya tidak memiliki kompetensi yang baik,” ujar Munafri.

Munafri menilai selama ini banyak pelatihan yang diikuti guru, namun belum ada alat ukur yang mampu menunjukkan sejauh mana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran.

“Kita butuh tools untuk mengukur progres guru. Selama ini mereka ikut pelatihan, tapi setelah itu kita tidak tahu hasilnya seperti apa. Ini yang harus kita bangun bersama,” jelasnya.

Munafri juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa profesi guru dijalani sepenuh hati, bukan karena beban kerja. 

Ia berharap guru di Makassar dapat memiliki kebanggaan terhadap profesinya sebagai pendidik generasi bangsa.

“Guru di Makassar harus sadar punya peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” harapnya. (*)