Makassar Mulia
Aliyah Mustika Ilham: Perempuan Berdaya Kunci Kemajuan Kota Makassar
Ringkasan Berita:
- Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham membuka International Women’s Day Talkshow 2026 di Gedung IMMIM 2, Makassar.
- Aliyah menegaskan perempuan berdaya menjadi faktor penting dalam kemajuan daerah.
- Ia mengajak perempuan berani tampil sebagai pemimpin serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan organisasi perempuan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Peringatan Hari Perempuan Internasional merupakan momentum penting untuk merefleksikan peran strategis perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham mengatakan kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi kualitas dan peran aktif perempuan.
Terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, serta partisipasi ekonomi.
Menurutnya, perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki akses terhadap sumber daya, mampu mengambil keputusan secara mandiri, serta berperan aktif dalam pembangunan.
"Karena itu, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan daerah," kata Aliyah saat membuka kegiatan International Women’s Day Talkshow 2026 di Gedung IMMIM 2, Jl Jend Sudirman No 33, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (5/3/2026).
Hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar Ita Isdiana Anwar, anggota DPRD Sulawesi Selatan Yeni Rahman, Konsul Jenderal Australia Todd Dias.
Ketua FPPM Nur Fadjri FL, Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Fatmawati Hilal, serta sejumlah tokoh perempuan, akademisi, dan perwakilan komunitas perempuan di Makassar.
Acara bertema 'Perempuan Berdaya, Komunitas Bermakna: Sinergi Kepemimpinan dalam Keberagaman' ini diinisiasi Forum Perempuan Peduli Makassar (FPPM).
Aliyah juga menekankan keberdayaan perempuan tidak hanya bersifat individu.
Tetapi harus berkembang menjadi kekuatan kolektif melalui komunitas yang mampu mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.
Baca juga: Melinda Aksa Ungkap Cara PKK Makassar Jadi Mitra Pemda dalam Pembangunan Keluarga
“Komunitas merupakan ruang strategis untuk membangun kolaborasi, memperkuat ketahanan keluarga, serta menggerakkan berbagai inisiatif sosial dan ekonomi di masyarakat,” jelasnya.
Dalam konteks kepemimpinan, Aliyah menilai keberagaman bukanlah sebuah hambatan, melainkan kekuatan yang dapat melahirkan kebijakan yang lebih inklusif dan humanis.
Sinergi kepemimpinan antara laki-laki dan perempuan, menurutnya, akan menghasilkan perspektif yang lebih luas dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam keluarga, khususnya sebagai ibu yang memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi masa depan.
Oleh karena itu, perempuan diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari berbagai tantangan zaman, termasuk dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial.
Aliyah mendukung peningkatan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang, mulai dari politik, pemerintahan, hingga kepemimpinan di berbagai sektor strategis.
“Saya berharap semakin banyak perempuan yang berani tampil dan mengambil peran sebagai pemimpin, baik di tingkat komunitas maupun di ruang-ruang pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh elemen yang hadir untuk menjadikan kegiatan talkshow ini tidak sekadar sebagai forum diskusi.
Tetapi juga sebagai awal dari kolaborasi nyata antara pemerintah, komunitas perempuan, sektor swasta, serta berbagai organisasi perempuan lainnya dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di Kota Makassar.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan Makassar sebagai kota yang ramah bagi perempuan, kota yang menghargai keberagaman, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap perempuan untuk berkembang dan menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing,” jelas mantan anggota DPR RI ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260305-Hari-Perempuan-Internasional-Aliyah-Mustika-Ilham.jpg)