Makassar Mulia

Program Makassar MULIA Berjasa Dapat Respons Positif, 81 Ribu Pekerja Rentan Terlindungi

Tribun-timur.com/Siti Aminah
PROGRAM MULIA - Konferensi pers setahun kepemimpinan MULIA berlangsung di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (19/2/2026). Dalam kegiatan tersebut disampaikan capaian Program Makassar MULIA Berjasa yang telah melindungi puluhan ribu pekerja rentan di Kota Makassar. 
Ringkasan Berita:
  • Program Makassar MULIA Berjasa memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan di Kota Makassar. 
  • Hingga 2025, sebanyak 81.466 pekerja telah terlindungi dan mendorong capaian Universal Coverage Jamsostek mencapai 63,47 persen, melampaui target nasional. 
  • Tahun 2026, Pemkot Makassar menargetkan peningkatan UCJ menjadi 72,5 persen dengan penambahan JHT bagi 45.000 pekerja rentan.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Program prioritas Pemerintah Kota Makassar, Makassar MULIA Berjasa (Jaminan Sosial Terpadu bagi Pekerja Rentan), mendapatkan respon sangat positif dari masyarakat.

Hasil survei yang dirilis Parameter Publik Indonesia menunjukkan 100 persen responden menyatakan puas terhadap program tersebut.

Direktur PPPI Ras MD memaparkan, dalam survei tersebut, seluruh responden yang mengetahui program Makassar MULIA Berjasa menyatakan cukup puas atas pelaksanaan dan manfaat yang dirasakan.

Tidak terdapat responden yang menyatakan kurang puas maupun tidak puas sama sekali.

"Ternyata program Makassar Mulia Berjasa mendapat apresiasi yang sangat positif oleh publik, itu angkanya engkanya enggak main-main menembus angka 100 persen," kata Ras kepada awak media, Kamis (19/2/2026). 

Kendati begitu, tingkat pengetahuan publik terhadap program ini masih perlu ditingkatkan. 

Data survei mencatat, hanya 0,3 persen responden yang mengaku sangat mengetahui program Makassar MULIA Berjasa dan 11,8 persen yang menyatakan tahu. 

Sementara itu, 37,8 persen responden mengaku kurang tahu dan 50 persen lainnya menyatakan tidak tahu sama sekali mengenai program tersebut.

"​Jadi catatannya bahwa program Makassar Mulia yang mengetahui tentang program ini baru di angka 12,1persen," ujarnya.

Ras menambahkan, "Ini kategorinya sangat rendah soal pengetahuan publik dengan program Makassar Mulia Berjasa,".

Diketahui, program Makassar MULIA Berjasa dirancang untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

Termasuk buruh harian lepas, RT/RW, pekerja informal, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Program ini hadir sebagai upaya pemkot memperkuat jaring pengaman sosial.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya menegaskan, program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan perlindungan bagi pekerja rentan. 

Mereka selama ini belum terjangkau sistem jaminan sosial secara menyeluruh.

Sejak Program Makassar Berjasa berjalan, sebanyak 81.466 pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Capaian tersebut mendorong Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kota Makassar mencapai 63,47 persen pada 2025, melampaui target nasional sebesar 57,10 persen.

Memasuki tahun 2026, Pemkot Makassar menargetkan peningkatan UCJ menjadi 72,5 persen. 

Salah satu langkah strategisnya adalah penambahan JHT bagi 45.000 pekerja rentan.

“Kami melihat APBD Kota Makassar masih memungkinkan untuk menambah satu jaminan lagi, yaitu Jaminan Hari Tua bagi pekerja rentan,” kata Munafri.

Selain JHT, Pemkot Makassar juga menguatkan Sistem Keagenan Penggerak Jaminan Sosial (Agen Perisai) berbasis kelurahan. 

Sistem ini bertujuan menjangkau pekerja sektor informal yang belum terlindungi jaminan sosial, terutama kelompok masyarakat yang tidak sepenuhnya dapat dibiayai pemerintah.

Munafri menekankan peran camat dan lurah dalam mendukung sistem keagenan tersebut agar perluasan kepesertaan Jamsostek dapat berjalan optimal.

Pemkot Makassar optimistis target UCJ 72,5 persen pada 2026 dapat tercapai, bahkan meningkat hingga 90 persen sebelum 2029. (*)