Makassar Mulia

Melinda Aksa: Keberagaman Kekuatan Utama Pembangunan Makassar

Tribun-timur.com/Humas Pemkot Makassar
IMLEK MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri perayaan Imlek bersama warga Tionghoa di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (18/2/2025). Perayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. 
Ringkasan Berita:
  • Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri perayaan Imlek bersama warga Tionghoa di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf Manunggal, Rabu (18/2/2025). 
  • Ia menegaskan Imlek sebagai momentum mempererat persaudaraan di tengah keberagaman. 
  • Melinda juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam sektor perdagangan, UMKM, dan kegiatan sosial yang mendukung pertumbuhan ekonomi Makassar.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri Imlek Bersama Warga Tionghoa. 

Perayaan Imlek ini berlangsung di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf Manunggal, Jl Jenderal Sudirman, Rabu (18/2/2025).

Perayaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. 

Nuansa merah dan emas menghiasi ruangan, menghadirkan simbol harapan, keberuntungan, dan semangat baru di awal tahun. 

Ratusan undangan dari berbagai latar belakang tampak membaur dalam suasana silaturahmi.

Hadir Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, dan jajaran Forum Komunikasi dan Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Makassar. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Makassar (Dekranasda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, Melinda menyampaikan, Imlek bukan sekadar tradisi budaya.

Imlek momentum untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman Kota Makassar. 

Ia menegaskan, harmoni antar etnis dan antar agama merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Menurutnya, Makassar tumbuh sebagai kota yang terbuka dan inklusif karena warganya mampu merawat nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. 

Perayaan kebudayaan seperti Imlek menjadi ruang bersama untuk memperkuat komunikasi dan saling pengertian.

“Makassar adalah rumah besar bagi kita semua. Keberagaman adalah kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Kebersamaan malam ini mencerminkan semangat persatuan yang menjadi modal utama pembangunan,” ujarnya.

Melinda juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. 

Ia menilai peran aktif dalam sektor perdagangan, UMKM, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan telah memberikan dampak positif bagi dinamika pembangunan kota.

Acara perayaan diisi dengan pertunjukan seni budaya, doa bersama, serta ramah tamah antar undangan. 

Interaksi yang terjalin mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

Momentum Imlek, lanjut Melinda, harus dimaknai sebagai energi baru untuk memperkuat solidaritas sosial. 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membangun kolaborasi demi mewujudkan Makassar yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Perayaan yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi simbol kebersamaan warga Kota Makassar dalam merawat persatuan. 

Semangat yang tumbuh dari keberagaman diharapkan terus menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan kota ke depan. (*)