Makassar Mulia

TPA Tamangapa Overload, Pemkot Makassar Tambah Lahan 3 Hektare

Tribun-timur.com/Humas Pemkot Makassar
TPA TAMANGAPA - Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda (kedua dari kiri) saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (27/1/2026). Pemkot Makassar akan memperluas lahan TPA serta membenahi sistem pengelolaan air lindi guna mencegah pencemaran lingkungan. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Makassar menata TPA Tamangapa dengan memperluas lahan seluas 3 hektare dan membenahi sistem pengelolaan air lindi. 
  • Sekda Makassar menegaskan penataan dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan. 
  • Selain penimbunan dan penghijauan sesuai rekomendasi KLHK, Pemkot juga mendorong penerapan PSEL sebagai solusi jangka panjang.
 
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar akan menata Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Penataan dilakukan dengan memperluas lahan TPA guna menampung volume sampah yang terus meningkat setiap harinya.

Sekitar 3 hektare lahan telah dibebaskan pada akhir Desember 2025 lalu.

Lahan tersebut akan dimaksimalkan untuk menambah kapasitas tampung sampah yang saat ini sudah mengalami overload.

Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, meninjau langsung kawasan TPA Tamangapa, Selasa (27/1/2026).

Peninjauan tersebut didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdi Mochtar, serta Camat Manggala, Andi Eldi Indra Malka.

Andi Zulkifly mengatakan, peninjauan dilakukan atas instruksi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Ia ditugaskan untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai standar serta tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan.

“Kami sedang memantau kondisi TPA saat ini, apalagi sudah ada lahan baru yang digunakan untuk memperluas area. Yang paling penting kami pastikan adalah tidak terjadi pelanggaran lingkungan,” ujar Andi Zulkifly.

Menurutnya, pengawasan difokuskan pada pengelolaan limbah, khususnya air lindi, agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mengevaluasi kebutuhan serta kendala yang dihadapi petugas TPA di lapangan.

“Kami melihat bagaimana pengelolaan limbahnya, bagaimana kondisi air lindinya, serta apa saja yang masih dibutuhkan oleh petugas TPA di sana,” jelasnya.

Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah catatan perlu segera dibenahi.

Di antaranya, perbaikan sistem penyimpanan air lindi serta pembangunan saluran drainase.

Selain itu, Pemkot Makassar juga akan melakukan penimbunan di area TPA sesuai rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ada saran dari Kementerian Lingkungan untuk dilakukan penimbunan dengan tanah, kemudian nantinya akan dilakukan penghijauan. Kami pantau volumenya dan teknis pelaksanaannya,” kata Andi Zulkifly.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Makassar juga mendorong penerapan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, ia menegaskan realisasi PSEL masih memerlukan pembahasan lanjutan bersama Wali Kota Makassar.

Terpisah, Camat Manggala, Andi Eldi, menjelaskan salah satu fokus utama dalam pengelolaan TPA adalah kolam lindi.

Kolam tersebut merupakan tempat penampungan air hasil rembesan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

“Kolam lindi ini sangat penting. Air sampah harus ditampung dan diolah di dalam area TPA. Kalau sampai keluar ke sungai, tentu berbahaya bagi lingkungan,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau area TPA Bintang Lima serta kolam lindi yang telah tersedia.

Andi Eldi menilai kondisi TPA saat ini cukup baik karena telah dilakukan penanganan awal, seperti penimbunan sampah dengan tanah hingga sebagian area mulai ditumbuhi rumput.

“Penanganan awal sudah terlihat. Sampah-sampah lama ditimbun dengan tanah, bahkan sudah ada area yang mulai hijau. Ini menjadi catatan positif, apalagi saat kunjungan kementerian kemarin juga mendapat penilaian yang baik,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala pada akses jalan menuju TPA, khususnya saat musim hujan.

Kondisi jalan yang licin dan rusak menyulitkan kendaraan pengangkut sampah menuju area pembuangan.

“Akses jalan memang masih menjadi perhatian. Kalau hujan deras, kendaraan cukup kesulitan. Alhamdulillah, Dinas PU sudah turun dan dijadwalkan melakukan perbaikan jalan mulai Maret ini,” ungkap Andi Eldi.

Terkait kondisi TPA yang overload, Andi Eldi menegaskan penanganan internal harus terus dilakukan.

Salah satu langkah penting adalah mendorong pemilahan sampah dari sumbernya.

Mulai dari tingkat masyarakat.

“Arahan dari pemerintah kota sudah jelas, masyarakat harus mulai memilah sampah. Camat dan lurah juga terus didorong untuk mengaktifkan TPS3R di wilayah masing-masing,” tutupnya. (*)