Makassar Mulia
Pemkot Makassar Gandeng PT Nusantara Infrastructure Tbk Tekan Stunting, Seperti Apa Programnya?
Ringkasan Berita:Pemkot Makassar memperkuat komitmennya menekan angka stunting melalui kolaborasi dengan PT Nusantara Infrastructure Tbk Group (NPS), RS Hermina Makassar, dan Rumah Zakat.Penandatanganan MoU dan PKS program Nusantara Peduli Stunting (NPS) Fase II secara resmi dilaksanakan di Balai Kota Makassar, Jumat (12/12/2025).Penandatanganan dilakukan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M Ramdani Basri.
TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat komitmennya menekan angka stunting melalui kolaborasi dengan PT Nusantara Infrastructure Tbk Group (NPS), RS Hermina Makassar, dan Rumah Zakat.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama program Nusantara Peduli Stunting (NPS) Fase II secara resmi dilaksanakan di Balai Kota Makassar, Jl Jenderal Ahmad Yani, Makassar, Sulsel, Jumat (12/12/2025).
Penandatanganan dilakukan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M Ramdani Basri.
Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi program NPS Fase I yang dimulai Oktober 2024 di RW 3 Kelurahan Pannampu.
"Kehadiran Nusantara Infrastructure melalui pola CSR ini benar-benar memberikan manfaat. Terbukti tahun ini kita mengalami penurunan stunting hingga 4 persen," kata Munafri.
Ia menambahkan, hasil intervensi Fase I sangat menggembirakan karena seluruh anak penerima manfaat berhasil keluar dari kategori stunting, sebagaimana diverifikasi oleh dokter spesialis anak RS Hermina Makassar.
Program ini juga berhasil mendeteksi dan menangani kondisi kehamilan berisiko tinggi pada hampir seratus ibu hamil di Kecamatan Tallo.
Keberhasilan NPS Fase I ini juga mendapat pengakuan nasional melalui Genting Award 2025 dari Kementerian Kependudukan.
Munafri menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar angka, melainkan menyangkut masa depan generasi bangsa.
Ia mengajak semua pihak swasta untuk memperkuat kolaborasi, karena penanganan stunting membutuhkan intervensi yang kuat, khususnya di wilayah perkotaan.
Direktur Utama PT Nusantara Infrastructure Tbk, M. Ramdani Basri, menyebut keberhasilan Fase I menjadi fondasi penting.
"Program ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung Pemkot Makassar menekan angka stunting sekaligus membangun generasi yang lebih sehat dan kuat," ungkap Ramdani.
Pada Fase II ini, intervensi diperluas:
- Penerima manfaat anak: Bergeser ke RW 4 Kelurahan Pannampu.
- Intervensi ibu hamil: Difokuskan pada wilayah layanan Puskesmas Kaluku Bodoa.
Seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan intensif, meliputi pemeriksaan dokter spesialis, edukasi gizi dan pola asuh, pemberian makanan tambahan, dan pemantauan tumbuh kembang berkala.
Inovasi utama di Fase II adalah pelatihan kader posyandu guna memperkuat kapasitas komunitas agar mampu melakukan pemantauan tumbuh kembang secara mandiri di masa depan.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadikan Program NPS sebagai model kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat ketahanan keluarga dan komunitas di Kota Makassar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251212-Wali-Kota-Makassar-Munafri-Arifuddin-1.jpg)