Makassar Mulia

Wali Kota Ajak Investor ke Makassar, Pelayanan Cepat dan Bebas Calo

HUMAS SETDA KOTA MAKASSAR
YAKINKAN INVESTOR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin pidato pada launching perumahan Woodland Residence di Jl Antang Raya, Makassar, Sulsel, Sabtu (18/10/2025). Di hadapan pengusaha dan pengembang perumahan, dia menyampaikan jika pelayanan usaha di Makassar cepat dan bebas calo. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajak para pengusaha dan investor untuk menjadikan Makassar sebagai tujuan utama investasi properti dan bisnis di kawasan timur Indonesia. 

Kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) itu menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menciptakan iklim investasi yang ramah, transparan, dan bebas pungutan liar.

Melalui sistem perizinan satu pintu, seluruh proses investasi kini dapat dilakukan secara cepat dan tanpa calo.

“Kami pastikan Makassar terbuka bagi investor. Tak perlu lewat perantara, cukup melalui layanan resmi satu pintu di Pemkot. Prosesnya cepat dan tidak ada biaya tambahan,” kata Munafri.

Hal ini dikatakan Munafri ketika pidato pada peluncuran perumahan Woodland Residence di Jl Antang Raya, Makassar, Sulsel, Sabtu (18/10/2025).

Ia menambahkan, dengan kemudahan tersebut, para pengembang (developer) dan pengusaha tak perlu ragu menanamkan modal di Makassar, karena pemerintah menjamin kepastian hukum dan kemudahan layanan perizinan.

Pemerintah Kota Makassar, kata Munafri, terus memperbaiki infrastruktur dan tata ruang agar iklim investasi makin kondusif.

Salah satunya melalui penataan kawasan Antang dan Leimena yang kerap menjadi titik kemacetan.

Pemkot kini menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penataan pedagang kaki lima, relokasi ke pasar resmi, pengaktifan kembali lampu lalu lintas, hingga pembangunan jalur alternatif Lemena–BTP.

“Kami ingin kawasan ini lebih tertata, lalu lintas lancar, dan aktivitas ekonomi semakin hidup,” kata dia.

Munafri berharap proyek Woodland Residence menjadi contoh investasi properti yang sehat dan berkelanjutan di Makassar.

“Kami dorong agar pembangunan berjalan sesuai aturan, ramah lingkungan, dan memberi manfaat luas bagi warga. Investasi yang baik adalah yang tumbuh bersama masyarakat,” tutupnya.

Munafri menilai, kehadiran Woodland Residence merupakan bentuk nyata kontribusi sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyediaan hunian berkualitas di Makassar.

“Kebutuhan rumah di Makassar terus meningkat, hampir semua klaster yang dibuka langsung habis terjual. Ini bukti bahwa pasar properti di kota ini sangat potensial bagi investor,” ujar Munafri.

Menurutnya, pertumbuhan sektor perumahan membawa efek ganda bagi perekonomian daerah—mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan pajak, hingga perputaran uang di masyarakat.

“Setiap investasi yang masuk akan menggerakkan ekonomi kota. Karena itu, iklim investasi di Makassar harus kita jaga bersama,” ujarnya.(*)