Makassar Mulia

Untia Jadi Kampung Nelayan Merah Putih, 56 Warga Pesisir Disasar jadi Anggota 

TRIBUN-TIMUR.COM
KAMPUNG NELAYAN - Deretan kapal nelayan bersandar di Muara Sungai Jeneberang Barombong, Makassar, Selasa (31/1/2017). Untia diusulkan sebagai kawasan Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah Koperasi Merah Putih, muncul Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). 

Program ini diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Program ini hampir sama dengan Koperasi Merah Putih. 

Hanya saja fokusnya lebih spesifik ke sektor perikanan dan Kelautan. 

Program ini dirancang untuk mentransformasi desa pesisir dan kampung perikanan budi daya menjadi lebih modern, produktif.

Juga diharapkan terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam menghasilkan produk perikanan yang berdaya saing.

Pada tahap I tahun 2025 ini, KKP telah menetapkan 65 lokasi KNMP,  salah satunya di Kota Makassar. 

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Aulia Arsyad menyampaikan, lokasi KNMP akan ditempatkan di Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya. 

Untia merupakan salah satu kawasan yang masyarakatnya beraktivitas sebagai nelayan. 

Baca juga: Munafri Arifuddin Optimistis Kawasan Stadion Untia Makassar Sumbang PAD Rp95 Miliar Per Tahun

Lima kelompok nelayan akan dibentuk untuk mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih ini. 

Total 56 nelayan akan menjadi bagian program tersebut untuk dibina dan diberi bantuan. 

"Program ini adalah program nasional yg digagas Presiden Prabowo melalui Kementerian Kelautan Perikanan untuk menciptakan kampung nelayan yang terintegrasi," ucap Aulia Arsyad kepada Tribun Timur, Jumat (26/9/2025). 

Program Kampung Nelayan ini kata Aulia masih dalam tahap penyediaan bahan baku untuk pembangunan sarana prasarana. 

Melalui anggaran negara atau APBN, sejumlah fasilitas akan diberikan kepada nelayan yang telah terdaftar. 

Mulai dari bengkel nelayan, docking kapal, cold storage, pabrik es, balai pertemuan nelayan, pusat kuliner, sarpras pasca panen, kios melaut, dermaga, dan masih banyak lagi. 

"Fasilitas yang akan dibangun diharapkan memberikan dampak perubahan dari kampung nelayan tradisional menjadi kampung nelayan yang modern dan terintegrasi," harap Aulia. 

Dilansir dari Tribunnews.com, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memulai pembangunan kampung Nelayan Merah Putih di 65 lokasi. 

Pembangungan ditargetkan rampung pada Desember 2025

Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekonomi Sosial Budaya, Trian Yunanda menyampaikan, 35 lokasi berikutnya akan dilaksanakan pada tahap dua.

"Saya sudah tanda tangan kontrak untuk 59 lokasi, sedangkan enam lainnya menyusul," ujar Trian di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025).

Trian mengatakan keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 3 September 2025.

Total 100 lokasi kampung nelayan diharapkan dapat terealisasi hingga Maret 2026. Program ini menjadi salah satu strategi KKP dalam mendorong peningkatan produktivitas nelayan dan memperkuat ketahanan pangan berbasis sektor kelautan. (*)