Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sinopsis Film Tribun Timur

“Semua Akan Baik-Baik Saja”, Realita Pengorbanan dan Penerimaan

Dikisahkan kematian Mentari (diperankan  Happy Salma), yang menjadi titik balik bagi keluarga Ibu Wida (Christine Hakim).

Tayang:
Tribun-timur.com
LAYAR LEBAR - Dikisahkan kematian Mentari (diperankan  Happy Salma), yang menjadi titik balik bagi keluarga Ibu Wida (Christine Hakim). Kepergiannya memaksa tiga bersaudara—Langit (Reza Rahadian), Bintang (Raihaanun), dan Banyu (Ari Irham) - yang memiliki jalan hidup berbeda untuk bersatu kembali di bawah satu atap. 

Oleh: Jeri Wongiyanto
Pengamat Film

TRIBUN-TIMUR.COM - Inilah film layar lebar karya ketiga sutradara Baim Wong yang diproduksi oleh Tiger Wong Entertainment.

Dengan durasi 113 menit, film menyajikan tontonan yang mendalam tentenag kehilangan, pengorbanan dan kekuatan hubungan keluarga dalam menghadapi ujian kehidupan.

Walau ceritanya terkesan klise, namun film ini berhasil mengeksplorasi makna di balik judulnya, dengan cara yang sangat membumi dan penuh emosional.

Kekuatan lain adalah bertaburnya bintang papan atas yang aktingnya tidak perlu diragukan lagi.

Sinopsis

Dikisahkan kematian Mentari (diperankan  Happy Salma), yang menjadi titik balik bagi keluarga Ibu Wida (Christine Hakim).

Kepergiannya memaksa tiga bersaudara—Langit (Reza Rahadian), Bintang (Raihaanun), dan Banyu (Ari Irham) - yang memiliki jalan hidup berbeda untuk bersatu kembali di bawah satu atap.

Langit, sebagai sosok utama, mengambil tanggung jawab besar merawat tiga keponakannya: Malika (Aquene Aziz Djorghi), Shaffa (Malika Shaquena), dan Alim (Alim).

Christine Hakim memerankan Ibu Wida, sosok ibu yang menjadi penyejuk dan tulang punggung keluarga di tengah konflik yang muncul.

Baim Wong dengan cerdik menyajikan tontonan sebuah keluarga kelas pekerja yang menghadapi badai finansial dan emosional secara bersamaan.

Ketika sang pilar keluarga kehilangan mata pencahariannya, konflik internal mulai bermunculan, menguji ego, cinta, dan ketahanan masing-masing anggota keluarga.

Kalimat "semua akan baik-baik saja" berubah dari sebuah doa menjadi sebuah beban, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi sebuah penerimaan.

Dengan visual yang didominasi warna yang hangat (warm tones) menyejukkan mata penonton, pergerakan kamera yang dinamis, dipadu dengan alunan musik minimalis, akan membuat penonton larut merasakan kesedihan karekternya.

Skenario yang ditulis oleh Baim Wong, Oka Aurora, dan Eurico K. Pratama  ini sangat rapi dan natural.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved