Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Tiket Penerbangan Umrah Makassar-Saudi Naik

Bahkan, beberapa asosiasi berencana akan membatalkan dan menarik dana deposit booking seat di maskapai

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
HAJI 2026 - Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, beberapa waktu lalu. Kenaikan tiket umrah dipicu konflik timur tengah. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kenaikan harga tiket penerbangan umrah rute Makassar menuju Arab Saudi dikeluhkan sejumlah asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah.

Bahkan, beberapa asosiasi berencana akan membatalkan dan menarik dana deposit booking seat di maskapai yang mereka temani untuk kerjasama.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan pihaknya telah mendengar langsung keluhan dari para asosiasi terkait lonjakan harga tiket penerbangan.

"Harga tiket ya, Makassar UPG, Makassar-Saudi yang naik,” katanya kepda Tribun Timur di Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, setelah mendengar penjelasan dari pihak asosiasi, kenaikan harga tiket tersebut dipicu meningkatnya biaya avtur pesawat.

“Dan kami telah melihat dan mendengar langsung dari teman-teman asosiasi," ungkapnya.

"Ternyata kenaikan harga tersebut memang dampak dari kenaikan harga avtur pesawat,” tambahnya.

Ikbal mengaku, pihaknya tidak dapat terlalu jauh melakukan intervensi terhadap penentuan harga tiket penerbangan karena kenaikan biaya operasional maskapai dipengaruhi harga bahan bakar pesawat.

Ia menyebut kenaikan harga avtur turut dipengaruhi kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang sedang memanas akibat peperangan.

“Biaya avtur naik karena dari dampak dari peperangan Timur Tengah, ya,” ujarnya.

Pihaknya berencana membahas persoalan tersebut lebih lanjut bersama pihak terkait setelah pelaksanaan ibadah haji selesai.

Ikbal berharap harga tiket penerbangan dapat kembali normal apabila situasi konflik mereda dan harga avtur mengalami penurunan.

“Yang penting begitu ada hasil dari peperangan ini setelah berhenti dan biaya avtur turun, saya pikir teman-teman pihak penerbangan akan menurunkan juga biaya itu,” jelasnya.

Ia pun mengajak semua pihak mendoakan agar harga avtur segera kembali turun sehingga biaya perjalanan umrah dan haji tidak semakin membebani masyarakat.

“Dan kita doa bersama, semoga biaya avtur bisa segera turun,” kata dia.

Ketua DPD Amphuri Sulampua, Azhar Gazali menjelaskan, persoalan bermula pada 6 Mei 2026 saat Lion Air mengeluarkan surat kepada para wholesaler atau broker penjualan seat umrah terkait kenaikan harga tiket penerbangan umrah dari berbagai embarkasi di Indonesia.

Isi surat itu adalah kenaikan harga tiket umrah kurang lebih sekitar Rp6,5 juta untuk penerbangan melalui Makassar.

“Mereka mengeluarkan harga untuk seluruh embarkasi di Indonesia yang terbang umrah,” katanya.

Kenaikan tersebut, kata Azhar, membuat para penyelenggara umrah terkejut karena dinilai sangat memberatkan travel dan jamaah.

Selama ini harga tiket umrah yang dibeli travel dari maskapai berkisar Rp15,2 juta hingga Rp15,5 juta.

Namun, dengan tambahan fuel surcharge dan penyesuaian baru, harga tiket melonjak signifikan.

Dalam surat yang diterima travel umrah dari PT Moisani Manggala Wisata selaku wholesaler tertanggal 6 Mei 2026, tercantum harga baru rute Makassar–Jeddah–Makassar mencapai Rp21,9 juta untuk periode Juli dan Rp21,7 juta untuk periode Agustus hingga akhir musim (UFN).

Kenaikan tersebut dipicu tambahan fuel surcharge sebesar Rp6,5 juta.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved