Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Karier Moncer 5 Jenderal Asal Makassar: Pangdam, Kapolda, Dankoderal, hingga Danrindam

Nasri Sulaeman makin melengkapi daftar jenderal Asal Makassar berkarier moncer

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com
JENDERAL ASAL MAKASSAR -- Mayjen Rudy Saladin, Irjen Nasri Sulaeman, Laksamana Muda Andi Abdul Aziz, Irjen Alexander Sabar, Brigjen Irfan Amir. 
Ringkasan Berita:
  • Jenderal Asal Makassar Brigjen Nasri Sulaeman promosi sebagai Kapolda Sulawesi Tengah
  • Ia makin melengkapi daftar jenderal Asal Makassar berkarier moncer
  • Sejumlah Jenderal Asal Makassar ada menjabat Pangdam, Komandan Koderal, Kapolda, hingga Komandan Rindam

 

TRIBUN-TIMUR.COM -- Karier moncer lima jenderal Asal Makassar. Mereka pegang jabatan mentereng di TNI AD, TNI AL, hingga Polri.

Terbaru Brigjen Nasri Sulaeman promosi sebagai Kapolda Sulawesi Tengah.

Lulusan Akpol 1991 itu menggantikan kawan seangkatannya sesama alumni Akpol 1991, Irjen Pol Endi Sutendi.

Promosi jabatan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 yang diterbitkan pada Kamis, 7 Mei 2026.

Dengan demikian Nasri Sulaeman dalam waktu dekat kenaikan pangkat bintang dua.

Ia makin melengkapi daftar jenderal Asal Makassar berkarier moncer.

Sejumlah Jenderal Asal Makassar ada menjabat Pangdam, Komandan Koderal, Kapolda, hingga Komandan Rindam.

Berikut daftar dan profilnya:

1. Mayjen Rudy Saladin

Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin Jenderal Asal Makassar punya karier moncer di level nasional.

Pria kelahiran Ujung Pandang 17 September 1975 itu jadi orang pertama di angkatannya menjabat Panglima Kodam.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menugaskan Mayjen Rudy Saladin sebagai Pangdam V Brawijaya sejak 24 Juli 2024.

Ia memegang tongkat komando kodam di umur 48 tahun.

Nama Rudy Saladin pun tercatat sebagai Pangdam Termuda Indonesia.

Sederet prestasi pernah ditorehkan Rudy Saladin selama di TNI.

Saat muda ia dianugerahi penghargaan bintang Adhi Makayasa Akmil 1997 oleh Presiden Soeharto.

Adhi Makayasa adalah penghargaan untuk lulusan terbaik Akmil, AAU, AAL, dan Akpol.

Sebelumnya Mayjen TNI Rudy Saladin menjabat Sekretaris Militer Presiden.

Pangkat bintang dua diraih Rudy Saladin sejak 9 November 2023.

Ia jadi orang pertama dari angkatannya Akmil 1997 meraih pangkat jenderal bintang dua.

Saat itu Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menugaskan Rudy Saladin dari Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menjadi Sekretaris Militer Presiden) Kemensetneg.

Rudy Saladin menggantikan posisi Laksda Hersan yang promosi menjadi Pangkoarmada III.

Pengangkatan tersebut dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1286/XI/2023.

Rudy Saladin Jenderal Asal Makassar berkarier cemerlang.

Ia peraih penghargaan bintang Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama Akademi Militer (1997).

Rudy Saladin lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada 17 September 1975.

Dia, adalah perwira lulusan Akmil tahun 1997.

Di angkatannya, Rudy Saladin lulusan terbaik, peraih bintang Adhi Makayasa.

Rudy Saladin tercatat sebagai alumni SMA Taruna Nusantara.

Dia juga pemegang gelar S-2 International Relations, Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat.

Sebelumnya Rudy Saladin saat ini dipercaya menjadi komando Matra Angkatan Darat yaitu Komandan Korem atau Danrem 061/ Suryakancana dibawah Komando Daerah Militer atau Kodam III/Siliwangi.

Area teritorinya meliputi Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Pelabuhan Ratu.

Saat itu Rudy Saladin menggantikan seniornya Brigjen TNI Achmad Fau.

Ia juga menempuh pendidikan di luar negeri.

Rudy Saladin adalah eks ajudan Jokowi sejak periode 2019 - 2021 lalu.

Selepas menjadi ajudan, Rudy Saladin mengisi pos jabatan Danrem 074/Warastratama.

Setelah meraih predikat lulusan terbaik Akmil tahun 1997, Rudy melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Darat di US Army Command and General Staff College Fort Leavenworth, Amerika Serikat.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Advanced Infantry Officers Course (sekolah lanjutan perwira) i SAFTI Singapura dan lulus tahun 2003.

Tak berhenti sampai di situ, Rudy melanjutkan pendidikannya ke Webster University St. Louis, Missouri, Amerika Serikat dan meraih gelar S2 Hubungan Internasional.

Sama halnya dengan mantan Panglima TNI Andi Perkasa, yang juga melanjutkan studi di Amerika Serikat.

2. Irjen Nasri Sulaeman

Brigjen Nasri lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan 5 Oktober 1968.

Setamat pendidikan SMA, Nasri Sulaeman muda sempat mendaftarkan diri di Universitas Hasanuddin Makassar tepatnya tahun 1987.

Ia diterima di Jurusan Sastra Prancis Unhas.

Setahun berselang tepatnya 1988, Nasri Sulaeman mendaftarkan diri di Akademi Bersenjata Republik Indonesia atau Akabri.

Nasri Sulaeman muda akhirnya lulus jadi taruna Akabari.

Demikian diuangkap sahabat kecilnya Maliku Pakambanan.

"Beliau sempat 1 semester kuliah di fakultas sastra unhas, jurusan sastra perancis angkatan 87 di Unhas," kata Maliku Pakambanan kepada wartawan Kamis (27/6/2024).

Brigjen Nasri menyelesaikan pendidikan di SD Negeri Lanto Daeng Pasewang Makassar.

Adapun pendidikan SMP diselesaikan SMP 6 Makassar.

Sementara pendidikan di SMA Athira Makassar.

"Selamat atas promosi jabatan Pak Brigjen Nasri sebagai Wakapolda Sulsel," kata sahabat Brigjen Nasri, Maliku Pakambanan kepada wartawan Kamis (27/6/2024).

Maliku Pakambanan dulu tinggal bertetangga dengan Brigjen Nasri saat kecil.

"Kami tetangga semasa kecil di Aspol Gowa jl. Lanto Dg. Pasewang, yang sekarang menjadi lokasi Mall Ratu Indah," kata Maliku.

Meski berbeda sekolah, Maliku dan Brigjen Nasri sering sama-sama waktu SD.

"Kalau saya dengan wakapolda jaman SD ji selalu sama-sama, waktu SMP dan SMA sudah jarang ketemu karena beda sekolah, masing-masing sudah sibuk dengan teman-teman sekolahnya," ujar Maliku.

Maliku mengungkapkan Brigjen Nasri sejak kecil rajin beribadah. Ia sering ngajak teman-temannya jalan-jalan subuh setelah shalat subuh kalau hari minggu.

"Pak Brigjen Nasri orangnya baik sangat perhatian dengan teman dan yang paling menonjol sejak kecil sudah rajin shalat 5 waktu," kata Maliku.

"Beliau hobbynya sepeda offroad/gunung dan motor cross. Solidaritasnya tinggi thd temannya," kata Maliku.

3. Abdul Aziz

Andi Abdul Aziz salah satu jenderal asal Sulsel berkarier moncer.

Pangkatnya Laksamana Muda TNI, ditandai bintang dua di pundak.

Andi Abdul Aziz lahir di Selayar 14 Juli 1969. Ia lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1992.

Ia resmi memimpin Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar.

Lantamal VI Makassar naik status menjadi Koderal VI Makasar.

Pengukuhan jabatan ini dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Batujajar, Bandung, Minggu (10/8/2025).

Penetapan Laksda Andi Abdul Aziz tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 1033/VIII/2025 tanggal 6 Agustus 2025.

Perubahan nomenklatur dari Lantamal menjadi Kodaeral merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 yang membentuk 14 Kodaeral di seluruh Indonesia.

Momen tersebut juga dibarengi pengaktifan lima batalyon infanteri marinir serta kenaikan pangkat para komandan Kodaeral dari bintang satu menjadi bintang dua.

Laksda TNI Andi Abdul Aziz, lulusan AAL Angkatan XXXVIII/1992.

Ia memiliki rekam jejak panjang di dunia militer.

Sebelum menjabat, ia pernah dipercaya sebagai Deputi Operasi dan Latihan (Opslat) Bakamla RI (2023–2025) serta Wakil Komandan Kodiklatal TNI AL.

Pengalamannya dinilai mumpuni untuk mengemban tugas strategis menjaga keamanan maritim di kawasan timur Indonesia.

Putra kelahiran Selayar tahun 1970 ini dikenal sebagai perwira disiplin dan tegas, dengan kepedulian tinggi terhadap pembinaan SDM.

Ia juga merupakan kakak kandung Ketua KPU Selayar Andi Dewantara, dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Selayar, Andi Abdul Rahman.

Kodaeral VI Makassar kini berada di bawah Komando Armada RI (Koarmada).

Koderal VI Makassar memegang peran vital dalam pengamanan perairan, dukungan logistik, serta sinergi antarmatra di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

4. Irjen Alexander Sabar

Irjen Pol Alexander Sabar adalah Jenderal Asal Makassar dari alumni Akademi Kepolisian 1996.

Ia orang kelima di angkatannya menyandang pangkat bintang dua.

Irjen Alexander Sabar satu angkatan dengan Kapolda Papua Barat Irjen Jhonny Edison Isir lulusan terbaik Akpol 1996.

Adapun orang pertama akpol 1996 meraih bintang dua yakni Irjen Herry Heryawan yang kini menjabat Kapolda Jambi.

Dua nama lainnya yakni Irjen Pol Barito Mulyo Ratmono dan Irjen Ribut Hari Wibowo.

Terbaru giliran Irjen Alexander Sabar meraih bintang dua pada awal 2025.

Inspektur Jenderal atau Irjen Pol Alexander Sabar SIK MH adalah Perwira Tinggi atau Pati yang bertugas di bawah Bareskrim Polri.

Irjen Pol Alexander Sabar mendapatkan penugasan di Kemenkomdigi.

Alexander Sabar naik pangkat menjadi bintang dua dan mengikuti Korps Rapor berdasar pada STR/373/II/Kep./2025.

Sebelumnya, Alexander Sabar pernah menjabat sebagai Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Jenderal Bintang Dua ini memiliki pengalaman luas di bidang penegakan hukum. 

Karier 

Sabar telah mengabdikan sebagian besar kariernya dalam menangani kejahatan siber dan kontraterorisme.

Kiprahnya di bidang ini dimulai pada tahun 2006 sebagai penyidik ​​utama di Unit Kejahatan Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Pada tahun 2020, ia mencapai pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol), dan menjabat sebagai analis intelijen tingkat menengah di Detasemen Khusus 88.

Pada 16 November 2020, Kapolri menugaskannya kembali ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk menjabat sebagai Wakil Direktur (Kasubdit) Intelijen. 

Pada tanggal 23 Desember 2022, Sabar diangkat melalui telegram oleh kepala kepolisian nasional sebagai kepala bantuan operasi di Detasemen 88. 

Ia dilantik sebagai direktur narkotika di bawah deputi pemberantasan Badan Narkotika Nasional pada tanggal 19 Oktober 2023 sebelum dipromosikan ke pangkat brigadir jenderal polisi pada tanggal 17 November. 

Ia dipindahkan secara administratif ke lembaga tersebut pada tanggal 8 Desember sebelum dirotasi untuk menjabat sebagai direktur intelijen di bawah deputi yang sama pada tanggal 1 Februari 2024. 

Alexander Sabar pernah bertugas sebagai Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BPNT) sebelum dirinya menyandang pangkat bintang satu, Brigjen.

Irjen Alexander Sabar pun pernah mengemban jabatan sebagai Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pada awal 2025, ia promosi jenderal bintang dua setelah promosi jadi Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, 18 November 2024. 

Pendidikan
Irjen Pol Alexander Sabar pernah tercatat sebagai siswa di SMAN 5 Makassar. 

Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke Akademi Kepolisian. Ia juga pernah mengikuti pendidikan seperti: 

Computer Investigation and Forensics dari Interpol Amerika Serikat

The VFC Method Training yang diselenggarakan oleh Cyber Crimes Investigation Center

Computer Investigation and Forensic Training oleh International Criminal Investigative Training Assistance.

Dilansir Tribun Medan, Irjen Alexander Sabar diketahui juga menjalani pendidikan Doktoral untuk program studi Studi Kriminologi Universitas Indonesia.

Sebelumnya pun, Alexander Sabar mengikuti pendidikan pascasarjana Kriminologi UI, Cyber Terorism.

Irjen Alexander Sabar bahkan membuat sebuah aplikasi digital yang dinamai E-Vicpro saat dirinya menjalani program doktoral di UI.

Alumni SMAN 5 Makassar 1993
Irjen Pol Alexander Sabar adalah alumni SMAN 5 Makassar tahun 1993. 

Ia akan hadir dalam Reuni 33 Tahun bertema “Lintas Putih Abu-Abu: Satu Kota, Satu Cerita”

Sebanyak 27 alumni angkatan 1993 SMA sederajat di Kota Makassar akan reuni akbar di Gedung Manunggal, Jalan Jenderal Sudirman Makassar, 23 Maret 2026 . 

Panitia menarget 10 ribu alumni dari berbagai SMA, SMEA, STM, dan MAN hadir dalam reuni ini. 

Deklarasi penyelenggaraan reuni mendapat antusiasme besar dari lintas sekolah.

 Panitia menyatakan agenda ini menjadi momentum memperkuat kembali jejaring kekeluargaan angkatan 93 yang tersebar di berbagai profesi.

“Angkatan 93 lintas abu-abu se-Kota Makassar menyatu kembali. Ini bukan hanya reuni, tetapi ruang kolaborasi dan cerita bersama setelah 33 tahun perjalanan kita,” ujar salah satu penggagas acara, Noer Putra Bahagia.

Baca juga: SMA Kristen Kalam Kudus Makassar Raih Dua Juara di Biology Open Day UNM 2025

Berdasarkan SK tersebut, susunan panitia Reuni 33 Tahun Putih Abu-Abu SMA Angkatan 93 Makassar ditetapkan sebagai berikut:

Penasehat:

Munafri Arifuddin (SMAN 2 Makassar)

Andi Iwan Darmawan Aras (SMAN 2 Makassar)

Irjen Pol Dr. Alexander Sabar (SMAN 5 Makassar)

Andi Ina Kartika Sari (SMAN 1 Makassar)

Pembina:

Evi Mustika Arifin

Kolonel Sus Usriyanto

Mayjen TNI Deddy Irianto L

Iwan Takwin

Susunan Panitia pelaksana 

Ketua:Dr Sri Rimayanti Makkie 

Wakil Ketua: Didi Leonardo Manaba (SMA Kartika)

Sekretaris: Reza M. Putra (SMA 3)

Wakil Sekretaris:Emma Rahmayanti (SMA Athirah)

Bendahara:Dr dr Rini R. Bachtiar SpPD-KGEH MARS FINASIM (SMA 1)

Wakil Bendahara:

Baso Parawansa Makkaraka (SMA 7)

5. Brigjen Irfan Amir

Brigjen Irfan Amir jenderal muda lulusan Akpol 2000.

Ia satu letting Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Brigjen Irfan Amir lahir di Jeneponto Sulsel 7 Desember 1978.

Prajurit Kopassus itu dapat promosi jabatan dalam Surat Keputusan Nomor Kep/159/II/2026 tertanggal 3 Februari 2026.

Brigjen Irfan Amir lulusan Akmil 2000.

Ia satu angkatan dengan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Irfan Amir promosi bintang satu sejak Desember 2025 lalu. Kala itu ia dapat jabatan sebagai Pa Sahli Tk. II KSAD.

Dua bulan berselang, Brigjen Irfan Amir promosi jadi Danrindam XV/Pattimura.

Irfan Amir menggantikan Brigjen TNI Raden Agus Prasetyo Utomo yang dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD.

Mutasi Brigjen TNI Irfan Amir menjadi Danrindam XV/Pattimura bersamaan dengan rombongan mutasi 99 pati TNI AD.

Irfan Amir adalah perwira TNI kelahiran Jeneponto Sulsel 7 Desember 1978 silam.

Ia jebolan Akademi Militer (Akmil) 2000.

Irfan Amir adalah perwira TNI berlatar kopassus.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil pada 2000 silam, ia lulus pendidikan Kopassus.

Kamis (16/11/2023), Kolonel Inf Irfan Amir dikukuhkan menjadi Komandan Grup atau Dangrup 1 Kopassus.

Ia menggantikan Kolonel Inf Romel Jangga Wardhana.

Acara sertijab berlangsung di Markas Satuan Grup 1 Kopassus di Serang, Banten, Kamis (16/11/2023).

Kolonel Irfan Amir teramat bangga, karena para pendahulunya telah menetapkan standar yang tinggi terhadap keberadaan Grup 1 Kopassus.

Torehan keberhasilan di berbagai medan operasi maupun berbagai ajang lomba di lingkungan militer, memposisikan Grup 1 Kopassus menjadi satuan yang disegani kawan dan lawan.

Termasuk prestasi pejabat yang digantikannya, Kolonel Romel Jangga Wardhana.

“Kebetulan kami satu lichting, Akmil 2000, sehingga saya tahu betul kemampuan beliau. Dalam banyak hal, saya banyak belajar dari Kolonel Romel,” ujar Kolonel Irfan mengenai sahabat yang digantikannya.

Di kesempatan terpisah, Danjen Kopassus, Mayjen TNI Deddy Suryadi berharap, prestasi yang telah diraih Grup 1 Kopassus, dapat dipertahankan.

Bahkan ditingkatkan oleh Dan Grup yang baru, Kolonel Irfan Amir, putra Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Benar. Kolonel Irfan adalah perwira menengah TNI kelahiran "Bumi Turatea" Jeneponto Sulawesi Selatan, 7 Desember 1978.

Sejak remaja, ia telah menunjukkan karakter militan dan pantang menyerah.

Penghobi sepakbola ini, dengan tekad kerasnya berhasil menembus seleksi masuk Akademi Militer Magelang, dan setelahnya, lulus pendidikan Kopassus.

Baginya, Serang, khususnya Grup 1 Kopassus tidak asing.

Di satuan inilah pertama kali ia ditempatkan, saat berpangkat Letnan Dua.

Kemudian berturut-turut pindah tugas ke Grup 3 Kopassus, dengan posisi terakhir Wadanyon-32 Grup 3 Kopassus.

Penugasan berikutnya sebagai Pabanda Lid Sintel Kopassus (2014), Pabanda Bhakti TNI Ster Kopassus (2016), Kasi Pers Grup B Paspampres (2017).

Sempat menjabat Dandim 1425/Jeneponto (2019).

Saat bertugas di tanah kelahirannya itu, Irfan kerap menularkan semangat menanam pohon dan menjaga alam.

Setahun kemudian kembali masuk Korps Baret Merah sebagai Waaster Danjen Kopassus.

Ayah tiga orang anak dari istrinya, Wahyuni Burhanuddin ini menjabat Aster Kopassus sebelum ditugaskan menjadi Dangrup 1 Kopassus.

“Lebih 70 persen penugasan di lingkungan baret merah,” kata Kolonel Irfan.

Sejumlah penugasan, akan menjadi bekal memimpin Grup 1.

Di antaranya, pernah bertugas di Kompi Parako 13 Aceh, Satgas Merpati Kodam VII/Wirabuana.

Penugasan penting lain adalah Satgas Namengkawi, Papua serta sejumlah penugasan di luar negeri.

Sebagai wujud syukur dan rasa bangga, kedua orang tua Kolonel Irfan hadir dari Makassar, untuk menyaksikan upacara serah terima jabatan Dangrup 1 Kopassus.

“Mereka hadir karena rasa bangga orang tua dan keluarga, saya bisa berdiri di sini. Insya Allah, saya akan menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab,” ujar Irfan.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved