Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Disorot DPRD, Kadispora Makassar dan EO Buka-bukaan Soal Anggaran MHM 2026

Syamsul Bahri menyampaikan, anggaran dialokasikan Pemkot untuk MHM 2026 capai Rp2,5 M

Tayang:
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Siti Aminah
MHM 2026 - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar Syamsul Bahri (batik merah) memberikan keterangan pers terkait anggaran Makassar Half Marathon (MHM) 2026 di salah satu kafe di Jl Onta Lama, Sabtu (9/5/2026). Syamsul Bahri menyampaikan, anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung pelaksanaan MHM 2026 sebesar Rp2,5 miliar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar menjawab sorotan anggaran penyelenggaraan Makassar Half Marathon (MHM). 

Diketahui, MHM merupakan event lari tahunan yang digelar di Makassar

Legislator DPRD Makassar sempat menyoroti anggaran untuk mendukung kesuksesan event ini. 

Pasalnya, nilainya dianggap fantastis, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar mengalokasikan Rp2,5 miliar melalui APBD 2026.

Kepala Dispora Makassar, Syamsul Bahri menyampaikan, anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kota Makassar untuk mendukung pelaksanaan MHM 2026 sebesar Rp2,5 miliar. 

Namun setelah dilakukan penyesuaian dan efisiensi melalui mekanisme e-purchasing, anggaran bersih yang digunakan sekitar Rp2,2 miliar.

Katanya, anggaran tersebut hanya menjadi bagian dari keseluruhan kebutuhan pelaksanaan event yang diajukan pihak Event Organizer (EO).

“Proposal dari teman-teman EO itu kurang lebih Rp9,9 miliar dari seluruh rangkaian kegiatan mulai pra-event Januari sampai pelaksanaan Mei nanti,” kata Syamsul Bahri saat memberikan keterangan pers di salah satu kafe di Jl Onta Lama, Sabtu (9/5/2026). 

Syamsul Bahri memaparkan, pada awal penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA), Dispora mengalokasikan sekitar Rp2,8 miliar. 

Namun nominal tersebut kemudian dipangkas hingga menjadi Rp2,5 miliar.

“Kami cut sampai turun jadi Rp2,5 miliar. Tapi terakhir karena menghitung pajak dan penawaran e-purchasing, hanya sampai Rp2,2 miliar bersih,” jelasnya.

Menurutnya, dana APBD tersebut hanya berfungsi sebagai supporting atau dukungan terhadap keseluruhan pelaksanaan event yang nilainya hampir mencapai Rp10 miliar.

“Jadi Rp2,2 miliar itu supporting dari kegiatan yang totalnya kurang lebih Rp9,9 miliar,” katanya.

Selain dana APBD, pelaksanaan MHM juga didukung sponsorship dan respect dari sejumlah pihak yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp6 miliar.

Kadispora mengaku sejak awal telah mengingatkan agar pertanggungjawaban penggunaan anggaran dipisahkan secara jelas antara dana APBD, sponsorship dan bentuk dukungan lainnya.

“Saya sudah wanti-wanti dari awal supaya dibedakan pertanggungjawabannya. Mana yang masuk APBD, mana yang respect, mana yang sponsor,” ujarnya.

Ia menyebutkan pihak penyelenggara telah memaparkan rincian penggunaan anggaran tersebut kepada Komisi D DPRD Kota Makassar.

Perwakilan Event Organizer (EO), Arief Rachman Nur menjelaskan, total kebutuhan anggaran pelaksanaan event lari berskala nasional tersebut mencapai lebih dari Rp9 miliar.

Sementara dukungan anggaran dari Pemerintah Kota Makassar melalui APBD disebut hanya sebesar Rp2,2 miliar.

Katanya, bsarnya anggaran digunakan untuk memenuhi standar pelayanan peserta dan kualitas event yang diklaim bukan sekadar fun run biasa.

Menurutnya, setiap peserta mendapatkan fasilitas yang nilainya cukup besar, mulai dari jersey, medali, hingga perlengkapan lainnya.

“Semua peserta dapat jersey. Jersey ini branded, bukan jersey abal-abal. Harga retail-nya sekitar Rp299 ribu,” katanya.

Khusus peserta kategori half marathon, lanjut dia, mendapatkan dua jersey sekaligus.

“Peserta half marathon dapat dua jersey. Biaya registrasinya cuma Rp600 ribu,” ujarnya.

Selain jersey, peserta juga memperoleh medali finisher dengan biaya produksi sekitar Rp75 ribu hingga Rp85 ribu per buah.

Tak hanya itu, panitia juga menyediakan tote bag transparan yang disebut bernilai sekitar Rp65 ribu per unit.

“Secara hitungan kasar, satu pelari saya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp800 ribu khusus untuk apa yang mereka dapatkan,” jelasnya.

Biaya besar lainnya, kata dia, berasal dari kebutuhan operasional di lintasan lomba atau race route.

Mulai dari perizinan, water station, minuman isotonic, buah-buahan, petugas kebersihan hingga pengelolaan sampah disebut memerlukan anggaran besar.

Ia mengungkapkan, biaya operasional untuk pelayanan peserta di lintasan bisa mencapai hampir Rp600 ribu per pelari.

Karena itu, pihaknya menilai MHM tidak bisa disamakan dengan event fun run biasa yang membutuhkan biaya lebih kecil.

“Kalau fun run di bawah Rp1 miliar mungkin bisa. Tapi kalau event berstandar seperti MHM dengan biaya di bawah Rp9 miliar, saya challenge apakah bisa dibuat,” ujarnya.

Adapun, perkembangan peserta MHM dari tahun ke tahun mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2022 jumlah peserta ditargetkan sebanyak 3.500 pelari, meningkat menjadi 5.000 pada 2023, lalu 7.000 peserta di 2024, dan mencapai 10 ribu pelari pada 2025.

Sementara untuk MHM 2026, jumlah peserta ditargetkan mencapai 12 ribu pelari.

Pada pelaksanaan tahun ini, MHM juga akan berlangsung selam a tiga hari penuh. (29-31/5/2026). (*) 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved