Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemkot Makassar

Terminal Toddopuli Disiapkan Jadi RTH dan Pusat Ekonomi Baru

Terminal Toddopuli akan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Siti Aminah
TERMINAL TODDOPULI- Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin diwawancara di Terminal Mallengkeri, Jumat (17/6/2025). Perumda Terminal Makassar Metro akan menata kawasan Terminal Toddupuli, disiapkan jadi RTH dan pusat ekonomi baru warga.     
Ringkasan Berita:
  • Terminal Toddopuli di Makassar tidak lagi difungsikan sebagai terminal penumpang. 
  • Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan rencana revitalisasi kawasan seluas 9.600 meter persegi itu menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dengan jogging track, area parkir, dan tenant usaha kecil. 
  • Luas lahan berpotensi bertambah hingga 1,6 hektare melalui kolaborasi dengan Perumnas.
 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direksi Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan rencana pembenahan untuk seluruh terminal dibawa pengelolaannya. 

Diketahui, PD Terminal mengelola tiga aset. 

Yakni Terminal Daya, Terminal Mallengkeri dan Terminal Toddopuli. 

Terminal Daya dan Mallengkeri masih menjadi tempat bongkar muat penumpang. 

Berbeda dengan Terminal Toddopuli yang sudah tidak lagi difungsikan sebagai terminal penumpang.

Aktivitas transportasi di kawasan itu telah berhenti, sehingga tidak lagi melayani naik turun penumpang seperti sebelumnya.

Kondisi ini membuat kawasan Terminal Toddopuli dinilai tidak lagi optimal sebagai fasilitas transportasi.

Karena itu, pemerintah mulai mengarahkan pemanfaatan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengalihfungsikan kawasan tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Direktur Perumda Terminal Makassar Metro Elber Maqbul Amin menyampaikan, rencana ini bagian dari penyesuaian terhadap tata ruang kota.

Sekaligus menindaklanjuti arahan langsung dari Wali Kota Makassar.

Elber memaparkan, konsep awal kawasan tersebut akan mengedepankan fungsi ruang publik yang ramah masyarakat.

“Terminal Todoppuli itu kami sesuai dengan tata ruang yang ada dan instruksi Pak Wali Kota, di situ akan dibuat nanti Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau jogging track,” ujar Elber, Minggu (19/4/2026). 

Selain sebagai ruang terbuka, kawasan ini juga dirancang multifungsi dengan tetap mengakomodasi kebutuhan parkir.

Area tersebut memungkinkan digunakan untuk aktivitas olahraga, khususnya jogging, sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat.

Tak hanya itu, konsep penataan juga membuka peluang hadirnya area usaha kecil dalam bentuk tenan yang lebih rapi dan tertata.

“Nanti bisa juga ada beberapa, semacam tenant-tenant. Tapi kita rapikan,” jelasnya.

Ia mengilustrasikan konsep tersebut akan menyerupai kawasan kuliner yang tertib, namun dengan penataan yang lebih baik dan terorganisir.

Saat ini, desain kawasan masih dalam tahap perencanaan dan menunggu arahan lanjutan dari Wali Kota.

“Kurang lebih sama seperti Kanrerong, ilustrasi saya ya, tapi mungkin agak rapi,” tambahnya.

Penataan ini sebenarnya telah dirancang sejak tahun 2025, saat dirinya masih menjabat sebagai pelaksana tugas.

Pihaknya bahkan telah menghentikan sementara sistem sewa kios yang sebelumnya berjalan di lokasi tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempermudah proses penataan dan revitalisasi kawasan secara menyeluruh.

Dari sisi luas wilayah, Terminal Todoppuli memiliki area sekitar 9.600 meter persegi atau hampir satu hektare.

Namun, luas tersebut berpotensi bertambah jika dilakukan kolaborasi dengan pihak Perumnas yang memiliki lahan di sekitar lokasi.

Total lahan yang bisa dimanfaatkan bahkan diperkirakan mencapai sekitar 1,6 hektare.

“Kalau ditambah itu sekitar 1,6 hektar kurang lebih, karena Perumnas juga lahannya memang untuk RTH,” ungkapnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas fasilitas publik yang tersedia bagi masyarakat, khususnya untuk kebutuhan olahraga dan rekreasi.

Pemerintah juga menargetkan kawasan ini menjadi salah satu pusat aktivitas warga di wilayah tersebut.

Elber berharap, rencana penataan Terminal Todoppuli dapat segera terealisasi dalam tahun ini.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi itu,” katanya optimistis.

Secara keseluruhan, tahun 2026 ditetapkan sebagai momentum pembenahan besar bagi Terminal Makassar Metro.

Fokus utama pembenahan meliputi peningkatan infrastruktur di tiga terminal utama yang dikelola pemerintah kota.

Selain Terminal Todoppuli, perhatian juga akan diarahkan ke Terminal Regional Daya yang memiliki kompleksitas tersendiri. (*) 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved