Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun RT RW

Laporan via Lontara RT RW, Drainase di Rappojawa Langsung Dikeruk

‎Proses pengerukan telah dimulai sejak Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. 

Penulis: Makmur | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Makmur
KEGIATAN RT/RW - Ketua RW 005 Kelurahan Rappojawa Junaedy memantau pengerukan drainase di wilayahnya, Jalan Muhammad Jufri Lorong 6, Senin (30/3/2026). Dinas PU Kota Makassar merespon aduan Lontara dengan melakukan pengerukan drainase di Kelurahan Rappojawa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar melalui Bidang Drainase melakukan pengerukan drainase di Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Selasa (31/3/2026).

‎Pengerukan tersebut merupakan respons atas laporan RT/RW yang disampaikan melalui aplikasi Lontara, sistem pengaduan resmi Pemerintah Kota Makassar.

‎Kegiatan ini menyasar drainase sepanjang kurang lebih 50 meter di Jalan Muhammad Jufri Lorong 6, yang mengalami pendangkalan cukup parah.

‎Proses pengerukan telah dimulai sejak Senin dan dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. 

‎Ketua RW 005, Junaedy, menjelaskan bahwa pengerukan ini berawal dari laporan warga yang resah dengan kondisi drainase. 

‎Ia kemudian menginstruksikan ketua RT setempat memasukkan laporan pada awal Januari 2026, tidak lama setelah dirinya dilantik sebagai Ketua RW.

‎Menurutnya, penyumbatan drainase disebabkan menumpuknya material pasir dan tanah dari pekerjaan drainase sisi seberang. 

‎“Awalnya itu pekerjaan drainase di sebelahnya, tapi materialnya justru menumpuk di saluran yang lain. Itu yang jadi keluhan warga,” ujar Junaedy.

‎Ia menuturkan, setelah laporan masuk, pihak kelurahan bersama tim drainase kecamatan sempat meninjau lokasi.

‎Namun, volume material yang terlalu besar membuat penanganan tidak dapat dilakukan di tingkat kecamatan.

‎“Karena volumenya besar, akhirnya disarankan untuk diteruskan ke Dinas PU melalui surat resmi,” jelasnya.

‎Pada Maret 2026, tim dari Dinas PU telah dua kali melakukan peninjauan lapangan sebelum akhirnya menindaklanjuti pengerukan usai Lebaran.

‎Junaedy mengungkapkan, kondisi drainase yang tersumbat sempat menyebabkan banjir saat hujan deras beberapa waktu lalu.

‎“Air tidak punya jalur untuk mengalir, jadi sering meluap. Apalagi ditambah material pasir dan kerikil yang menutup saluran,” katanya.

‎Dalam pelaksanaannya, pengerukan dilakukan secara manual oleh sekitar enam orang pekerja dengan pengawasan petugas lapangan.

‎Material hasil pengerukan dimasukkan ke dalam karung setelah sebelumnya aliran air dibendung sementara.

‎“Bagian depan yang paling parah, kedalamannya hampir satu meter. Itu yang dikeruk intensif,” tambah Junaedy.

‎Ia berharap pengerukan ini dapat mengatasi persoalan banjir dan memperlancar aliran air di wilayahnya.

‎Junaedy juga mengapresiasi tindak lanjut cepat dari pemerintah kota melalui aplikasi Lontara yang dinilai efektif menyalurkan aspirasi warga.
(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved