Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengamat Nilai Donasi Warga Beralih Dari Celengan Masjid ke Dompet Digital

Jika dibandingkan ramadan dua tahun sebelumnya, isi celengan sudah di kisaran 280 juta di 10 malam terakhir

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
KOTAK AMAL - Suasana Masjid Raya Makassar, Jl Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026) malam. Isi celengan kotak amal masjid Raya Makassar turun 50 persen. Pengamat menilai ada pergeseran metode donasi kini ke sistem digital. 
Ringkasan Berita:
  • Total isi celengan Masjid Raya Makassar baru mencapai Rp140 juta
  • Jumlah tersebut menurun dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya yang biasanya mencapai Rp17 juta hingga Rp20 juta
  • Akademisi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Dr Amiruddin menyebut adanya pergeseran metode donasi ke masjid

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fenomena celengan masjid menurun terasa di Ramadan 1447 H.

Masjid di pelosok maupun masjid agung merasakan penurunan isi kotak amal.

Seperti di Masjid Raya Makassar total isi celengan baru mencapai Rp140 juta.

Padahal jika dibandingkan ramadan dua tahun sebelumnya, isi celengan sudah di kisaran 280 juta di 10 malam terakhir.

Masjid Al Markaz Al Islami Makassar pada Jumat kedua Ramadan tahun ini tercatat Rp13.097.500.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya yang biasanya mencapai Rp17 juta hingga Rp20 juta.

Akademisi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Dr Amiruddin menyebut adanya pergeseran metode donasi ke masjid.

Saat ini, banyak jemaah yang lebih suka berdonasi dengan mengandalkan barcode qris.

"Banyak orang berdonasi dalam bentuk online. Dalam konteks celengan mungkin mereka pikiran tidak ini lagi. Ada sekarang celengan masjid pakai barcode. Jadi copy barcode saja baru dikirimkan," kata Dr Amiruddin saat dihubungi Tribun-Timur.com pada Minggu (15/3/2026).

Dr Amiruddin menyebut secara animo masyarakat berdonasi dilihat tidak menurun.

Hanya saja faktor kemudahan berdonasi sangat menentukan.

Sehingga donasi tidak terkumpul pada celengan, namun langsung pada rekening.

"Saya kira mungkin bukan persoalan animo masyarakat menyumbang di Masjid, tapi perlu panitia masjid membuat digital. Pasang barcode. Bisa saja tidak ada isi, tapi mereka masuk di digital, barcode itu. Dibutuhkan memang kecerdasan panitia celengan bentuk digital," kata Dr Amiruddin.

Di era saat ini, Dr Amiruddin menyebut banyak warga tidak membawa uang pribadi.

Kemudahan transaksi digital dimanfaatkan warga.

"Biasanya misal masuk masjid tidak bawa uang cash. Kalau pakai barcode itu lebih praktis. Saya kira perlu itu sebagai memastikan masuk masyarakat modern serba digital. Memang butuh juga manual, tapi saya banyak masuk masjid sudah punya barcode di atas celengan," jelasnya.

Dirinya menyarankan pengurus masjid masing-masing membuka rekening digital.

Sekretaris Yayasan Pengurus Masjid Raya Makassar Irfan Sanusi Baco mengakui adanya penurunan jumlah donasi masyarakat.

"Betul (isi kotak amal juga menurun) tapi saya kurang tahu penyebabnya," kata Irfan Sanusi kepada tribun, Jumat (13/3/2026) malam.

Fenomena kurangnya jumlah isi kotak amal itu, lanjut Irfan bukan terjadi ramadan kali ini saja.

"Sejak tahun lalu terjadi penurunan sampai 50 persen lebih," katanya.

Putra mendiang AGH KH Sanusi Baco ini pun mengajak jamaah untuk memperbanyak sedekah, khususnya di 10 malam terakhir ramadan ini.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved