Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jelang Lebaran, Yos Nggarang Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Pabaeng-baeng Makassar

Kegiatan ini merupakan kewajiban negara dalam memastikan pemenuhan hak atas pangan bagi masyarakat.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
CEK HARGA - Staf Khusus Menteri Bidang Pemenuhan HAM, Yosef Sampurna Nggarang melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Pabaeng-Baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026). Dalam pantuannya, ketersediaan bahan pokok relatif aman dan terkendali. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Staf Khusus Menteri Bidang Pemenuhan HAM, Yosef Sampurna Nggarang melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Pasar Pabaeng-Baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026).

Kunjungan dilakukan di sela-sela kegiatan penguatan kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) kepada masyarakat, komunitas dan pelaku usaha di Makassar.

Kegiatan tersebut sesuai instruksi dari Menteri HAM untuk meninjau langsung ketersediaan dan harga bahan-bahan pokok di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.

Kegiatan ini merupakan kewajiban negara dalam memastikan pemenuhan hak atas pangan bagi masyarakat.

Dalam pantuannya, ketersediaan bahan pokok relatif aman dan terkendali. 

Kendati demikian, beberapa komunitas, harganya mengalami kenaikan.

Seperti bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng dan telur mengalami kenaikan sekitar Rp2 ribu.

Kenaikan harga yang signifikan terjadi pada harga tepung terigu curah yang merupakan bahan untuk pembuatan ke.

“Jenis ini harus menjadi perhatian dari pihak Bulog dan pihak terkait lainnya,” kata Yos Nggarang, sapaan akrabnya.

Untuk harga beberapa jenis sayur, bayam, kacang panjang, Jagung, wortel juga sedikit mengalami kenaikan.

Menurut Yos Nggarang, pasokan bahan pokok untuk di Kota Makasar terjamin dan terkendali. 

Sebab, sumber pasokan mayoritas dari daerah penyangga pertanian.

Seperi Kabupaten Gowa, Bantaeng, Sidrap, Enrekang dan beberapa daerah di Sulse.

“Pantauan kami bahan kebutuhan yang dipasok dari luar hanya bawang merah, dari Bima, Nusa Tenggara Barat,” jelas Yos Nggarang.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved