Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pelaut Sulsel Hilang di Selat Hormuz

Keluarga Pelaut Sulsel Tunggu Kabar dari Selat Hormuz

Namun ketika kabar yang datang tentang insiden di tengah perairan, rasa cemas menjadi jauh lebih berat.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com
KAPTEN MISWAR - Marliani Ahmad (47) memegang bingkai foto dirinya dengan sang suami Captain Miswar Maturusi nakhoda Kapal Mussafa 2 yang dilaporkan meledak di Selat Hormuz. Hingga kini keluarga masih diselimuti kegelisahan, karena belum ada kabar kondusi dari perusahaan Abu Dhabi Potrs tempat Miswar bekerja dan KBRI. 

Agus meminta semua pihak menunggu keterangan resmi dari keluarga, perusahaan, maupun otoritas yang berwenang.

“Kami mengimbau agar masyarakat menunggu informasi resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” terangnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian dan doa bagi Kapten Miswar dan keluarganya.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral dan doa bagi keselamatan serta ketabahan keluarga Kapten Miswar,” ujar Agus.

Kebiasaan Miswar

Marliani mengungkapkan, suaminya hampir selalu menyempatkan diri menghubungi keluarga melalui panggilan video (video call), meski sedang bertugas di perairan internasional.

Kebiasaan ini dilakukan hampir setiap hari pada pagi, sore, hingga menjelang tidur sekitar pukul 21.00 Wita.

“Bapak itu tidak suka telepon biasa, dia lebih suka video call. Biasanya memperlihatkan aktivitasnya, suasana laut, ruang kerja di kapal, atau sekadar memperlihatkan dirinya yang sedang beristirahat,” jelas Marliani.

Bagi keluarga, momen tersebut adalah waktu yang paling dinantikan.

Bahkan saat Marliani sedang sibuk mengelola toko bangunan milik keluarga, ia tetap menyempatkan diri menjawab panggilan suaminya tersebut.

“Kadang saya lagi kerja sambil jaga kasir di toko bangunan, tapi tetap video call. Kebiasaan sederhana itu menjadi penghubung yang membuat keluarga kami tetap terasa dekat,” katanya.

Investigasi Berjalan

Sejak awal kejadian, KBRI Abu Dhabi berkoordinasi dengan otoritas di UEA dan pihak perusahaan.

KBRI Abu Dhabi juga berkoordinasi dengan KBRI Muscat karena lokasi kejadian berada di perairan Oman.

Ia belum dapat memastikan kapan hasil penyelidikan oleh otoritas setempat akan rampung. Pasalnya, Yudha menyebut situasi di Selat Hormuz sangat berbahaya.

“Mereka (otoritas) belum bisa memastikan, karena memang kita pahami situasi di Selat Hormuz saat ini cukup berbahaya seperti itu, dan kita terus pantau dan monitor proses penyelidikan,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA, Yudha Nugraha.

Saat ditanya apakah meledaknya Kapal Musaffah 2 ada keterkaitannya dengan kondisi penutupan Selat Hormuz akibat meningkatnya eskalasi di Timur Tengah, Yudha menyebut terlalu prematur jika berasumsi seperti itu.

“Kejadian itu terjadi pada malam hari, pada pukul 02.00 dini hari, jadi saksi mata pun tidak bisa memastikan apa penyebab ledakan tersebut terjadi. Kita tunggu hasil penyelidikan,” jelas dia.

Namun, Yudha mengatakan bahwa segala kemungkinan bisa terjadi, termasuk akibat perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Yudha menyampaikan bahwa KBRI telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada WNI di UEA sejak meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan Teluk.

Ia menjelaskan, setelah serangan Iran ke UEA pada 28 Februari lalu, KBRI menetapkan status Siaga 3 bagi seluruh WNI di negara tersebut, termasuk awak kapal yang bekerja di wilayah perairan sekitar Selat Hormuz.

“Tentu kita harapkan mereka bisa meningkatkan kewaspadaan, ya, dan kemudian melakukan langkah-langkah perlindungan lebih awal, seperti itu,” jelas dia.

KBRI juga meminta WNI segera menghubungi KBRI Abu Dhabi atau KJRI Dubai apabila menghadapi situasi darurat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya lapor diri bagi WNI yang tinggal di UEA. (uki/kompas.com)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved