Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berkas Pembakaran DPRD PR Terakhir Irjen Rusdi Hartono Sebelum Tinggalkan Sulsel

Pembakaran DPRD Makassar dan DPRD Sulsel jadi PR bagi Irjen Rusdi Hartono sebelum dimutasi

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Muslimin Emba/Tribun Timur
JELANG MUTASI - Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (23/10/2025). 

"Tentunya menjadi tanggung jawab kami proses yang sedang berjalan akan kami tuntaskan untuk bisa mendapatkan kepastian hukum," tegasnya.

Rusdi mengaku bersyukur, aksi unjuk rasa peringatan 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Makassar berjalan dengan aman dan damai.

Ia menyebut ada 17 aksi unjuk rasa pada tanggal 20 Oktober 2025, kemarin.

"Situasi ini terwujud berkat kerja sama seluruh aparatur pemerintah dan elemen masyarakat di Sulsel," ucap Jenderal bintang dua kelahiran 27 April 1969 ini.

"Tentunya kita belajar dari ini semua, apabila pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama, kamtibmas yang kondusif sesuai harapan dapat diwujudkan," sambungnya.

Dari catatan tribun, konferensi pers ini merupakan pertama kalinya dihadiri langsung Irjen Pol Rusdi Hartono setelah dirinya dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri.

Sosok jenderal polisi yang akan menggantikan Rusdi sebagai Kapolda Sulsel dalam waktu dekat ini adalah, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo.

Djuhandhani Rahardjo juga merupakan alumnus Akpol 1991 seangkatan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri.

Rencana serah terima jabatan keduanya dikabarkan bakal berlangsung pada pekan depan.

Di lokasi yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum), Kombes Pol Setiadi Sulaksono menargetkan berkas perkara tersangka kerusuhan pada 29-30 Agustus 2025 itu, rampung pekan ini.

Setelah rampung kata dia, berkas perkara akan diserahkan ke kejaksaan.

"Jadi Insya Allah, minggu-minggu ini mudah-mudahan P21," ujarnya.

Setiyadi juga mengungkapkan otak kerusuhan di Kota Makassar tidak memiliki keterkaitan dengan aksi demonstrasi di sejumlah wilayah lainnya.

Hal tersebut, setelah pertemuan dengan seluruh Direktorat Pidana Umum Polda se-Indonesia.

Dalam pertemuan itu kata dia, terungkap ada tersangka asal Jawa Barat yang terafiliasi dengan ada jaringan yang disebut 'Black Box'.

"Jadi dia sebagai yang mengkoordinir dan menghasut di beberapa daerah: Bali, Jawa Tengah, Kalimantan Timur. Alhamdulillah kemarin untuk Sulawesi Selatan tidak ada," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved