Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gedung Baru RS Islam Faisal

Kisah Dua Kali Jusuf Kalla Letakkan Batu Setelah 45 Tahun RSI Faisal Makassar Berdiri

Kalla Group resmi memulai pembangunan gedung baru tujuh lantai Rumah Sakit (RS) Islam Faisal Makassar. 

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
tribun timur/muhammad abdiwan
GEDUNG BARU RS FAISAL-Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan RS Faisal, Jusuf Kalla (JK) menghadiri pembangunan ulang Rumah Sakit (RS) Islam Faisal Makassar, di Jalan AP Pettarani, Senin (22/9/2025).  Gedung baru ini menambah kapasitas hingga sekitar 350 tempat tidur dan diharapkan rampung dalam waktu 18 bulan.  

TRIBUN-TIMUR.COM- Kalla Group resmi memulai pembangunan gedung baru tujuh lantai Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

Prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama digelar di halaman RS, Jalan AP Pettarani, Senin (22/9/2025).

Acara ini dihadiri Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan RS Faisal, Jusuf Kalla (JK).

Turut mendampingi President Director Kalla Solihin Jusuf Kalla, Ketua Umum Yayasan Hadji Kalla Fatimah Kalla, dan Finance & Legal Director Kalla Imelda Jusuf Kalla.

Hadir pula Kadis Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Yayasan RS Islam Faisal Prof Mansyur Ramly, serta Dirut RS Faisal dr Salwa Mochtar.

“Sebenarnya ini bukan peletakan batu pertama, tetapi batu kedua,” ujar JK sambil memimpin seremoni. Ia menegaskan pembangunan gedung baru menjadi bagian dari transformasi RS Faisal yang sejak 1980 telah melayani masyarakat.

Peletakan batu pertama ketika JK menjadi bagian dalam pembangunan tahun 1976. 

Saat itu, JK masih berusia 30-an tahun. 

Baca juga: Keunggulan RS Islam Faisal Makassar: Diskon 90 Persen buat Ulama dan Ulama Doakan Langsung Pasien

Selama 45 tahun berlalu, JK kembali meletakkan batu untuk pembangunan ulang Rumah Sakit kerjasama Kerajaan Arab Saudi ini. 

Gedung baru ini menambah kapasitas hingga sekitar 350 tempat tidur dan diharapkan rampung dalam waktu 18 bulan.

“Kehadiran gedung ini akan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menjadi pilihan utama masyarakat,” kata JK.

Dirut RS Faisal, dr Salwa Mochtar menambahkan pembangunan ini memperkuat komitmen rumah sakit memberikan pelayanan unggul, humanis, dan terpercaya. “Semoga momentum ini membawa RSI Faisal semakin maju,” ucapnya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik langkah Kalla Group. Menurutnya, pembangunan ini bukan hanya fisik, tetapi juga peningkatan kualitas layanan kesehatan.

“Kami siap mendukung agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Appi.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulsel Ishaq Iskandar menilai gedung baru RS Faisal akan memberi fasilitas modern sekaligus layanan kesehatan terjangkau. “Pemprov berkomitmen bersinergi agar pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.

RSI FAISAL - Prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung tujuh lantai RSI Faisal Makassar di halaman RS Islam Faisal Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (22/9/2025). Kehadiran gedung baru RS Faisal disebut akan memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Makassar.
RSI FAISAL - Prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung tujuh lantai RSI Faisal Makassar di halaman RS Islam Faisal Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (22/9/2025). Kehadiran gedung baru RS Faisal disebut akan memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat di Makassar. (TRIBUN-TIMUR.COM/Rudi Salam)

Sejarah RSIF

Rumah Sakit Islam Faisal (RSIF) merupakan salah satu institusi layanan kesehatan penting di Makassar yang lahir dari inisiatif umat dan tokoh masyarakat.

Sejak awal berdirinya, RSIF tumbuh dari sebuah gagasan sosial-keagamaan menjadi rumah sakit rujukan yang melayani beragam layanan medis, pendidikan kesehatan, dan pengabdian masyarakat.

Cerita RS Islam Faisal tidak terlepas dari semangat kolektif komunitas Muslim di Makassar untuk menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, terjangkau, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Institusi ini berkembang melalui dukungan tokoh masyarakat, tenaga medis, dan yayasan yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Sulawesi Selatan.

Awal Pendirian (1976)
Awal perjalanan RS Islam Faisal berawal pada pembentukan yayasan yang menjadi payung hukum bagi pendirian rumah sakit.

Yayasan ini didirikan pada 3 Maret 1976 oleh sekelompok tokoh masyarakat setempat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelayanan kesehatan.

Inisiatif pendirian yayasan kemudian memfokuskan kerja untuk mewujudkan fasilitas kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

Pada fase awal, kegiatan yayasan berkutat pada penggalangan dana, penyediaan lahan, dan perencanaan fisik rumah sakit.

Landasan religius dan sosial menjadi motif utama — bukan sekadar mencari keuntungan komersial — sehingga karakter layanan rumah sakit diarahkan untuk menjaga etika medis sekaligus memberi akses kepada lapisan masyarakat luas.

Pembangunan dan Peresmian (akhir 1970-an – 1980)
Proses pembangunan fisik RS Islam Faisal memakan sejumlah waktu; usaha pendanaan, pemilihan lokasi, hingga pengerjaan konstruksi dilaksanakan secara bertahap.

Peristiwa penting adalah peresmian rumah sakit yang terjadi pada 24 September 1980. 

Tanggal ini kemudian dijadikan momentum milad bagi institusi sebagai tanda lahirnya layanan kesehatan yang lebih terstruktur di kota Makassar.

Bangunan awal dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah sakit—poli, rawat inap, ruang operasi, dan fasilitas penunjang seperti laboratorium dan radiologi.

Seiring berjalannya waktu, fasilitas ini dikembangkan menyesuaikan kebutuhan medis dan volume pasien.

Sejarah RSIF mencatat peran beberapa tokoh masyarakat yang aktif menginisiasi pendirian yayasan.

Di antara nama-nama yang sering dikaitkan dengan pendirian institut ini adalah tokoh-tokoh setempat yang berkontribusi dalam tahap perencanaan dan penggalangan dana.

Keterlibatan tokoh publik dan keluarga terkemuka menjadikan RSIF memiliki jaringan dukungan yang membantu kelancaran pembangunan dan operasional awal.

Penting dicatat bahwa hubungan ini lebih bersifat patronase sosial dan dukungan komunitas; klaim mengenai keterlibatan korporasi besar dalam bentuk pembiayaan atau pelaksanaan teknis proyek perlu ditelaah melalui arsip yayasan atau dokumen resmi untuk memastikan peran struktur organisasi dan sumber pendanaan secara legal.

Perkembangan Layanan dan Organisasi
Sejak beroperasi, RS Islam Faisal terus berkembang menambah layanan medis dan meningkatkan kapasitas.

RSIF memperluas poliklinik spesialis seperti penyakit dalam, bedah, kardiologi, kebidanan & kandungan, THT, dan mata. 

Fasilitas penunjang—laboratorium, radiologi, dan unit gawat darurat—juga ditingkatkan untuk mendukung layanan rujukan.

Perkembangan organisasi meliputi pembaruan manajemen, peningkatan kompetensi sumber daya manusia medis, serta penguatan tata kelola rumah sakit agar memenuhi standar pelayanan kesehatan.

Pada periode kontemporer, RSIF tercatat memiliki manajemen dan struktur organisasi yang menjalankan fungsi administratif, klinis, dan pengelolaan yayasan secara terpisah namun saling berkaitan.

Peran Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Sebagai rumah sakit yang berakar pada yayasan sosial-keagamaan, RSIF memiliki komitmen terhadap pengabdian masyarakat.

Program bakti sosial, pelayanan kesehatan murah, dan penyuluhan kesehatan menjadi bagian dari kegiatan rutin institusi. 

Upaya ini menunjukkan orientasi RSIF tidak hanya pada aspek medis tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesehatan publik.

RS Islam Faisal tercatat berdiri di atas area lahan yang luas dengan bangunan yang terus mengalami penambahan seiring kebutuhan pelayanan.

Kapasitas ruang perawatan, jumlah tempat tidur, dan fasilitas medis ditingkatkan bertahap agar rumah sakit dapat memenuhi kebutuhan penduduk Makassar dan sekitarnya.

Layaknya institusi kesehatan lainnya, RSIF menghadapi tantangan berupa kebutuhan investasi peralatan medis modern, pengembangan SDM, pemenuhan standar akreditasi, dan tekanan biaya operasional.

Ke depan, fokus pengembangan mencakup peningkatan kualitas layanan, digitalisasi sistem informasi manajemen rumah sakit, penguatan jejaring rujukan, serta perluasan program pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan.

Sejarah Rumah Sakit Islam Faisal adalah kisah kolaborasi komunitas, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan yang berupaya menghadirkan layanan medis berlandaskan nilai kemanusiaan dan religius.

Dari langkah awal pembentukan yayasan pada 1976 hingga peresmian pada 1980 dan perkembangan selanjutnya, RSIF terus berupaya menjadi institusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved