Pasca Teror Busur di Bua Luwu: Polisi Amankan 19 Pemuda, 5 Tombak dan 48 Anak Panah
Usai apel, tim gabungan menyisir sejumlah titik rawan, terutama di Dusun Labokke dan Dusun Padang, Desa Puty.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Polisi meningkatkan pengamanan di Kecamatan Bua, Luwu, Sulawesi Selatan, menyusul maraknya aksi teror busur.
- Dalam patroli gabungan, aparat menggagalkan potensi tawuran dan mengamankan 19 pemuda beserta sejumlah senjata tajam.
- Patroli gabungan Polsek Bua, Polres Luwu, dan Brimob menyisir titik rawan dan menemukan kelompok pemuda diduga hendak tawuran.
- Polisi menyita berbagai senjata seperti samurai, parang, tombak, hingga puluhan anak panah busur.
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU – Polisi merespon cepat teror busur di di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Polisi melakukan patroli melibatkan personel Polsek Bua, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polres Luwu, hingga Brimob.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan di Mapolsek Bua sekitar pukul 22.30 Wita, dipimpin Kapolsek Bua AKP PY Catur Suhendra.
Usai apel, tim gabungan menyisir sejumlah titik rawan, terutama di Dusun Labokke dan Dusun Padang, Desa Puty.
Di lokasi tersebut, polisi menemukan sekelompok pemuda yang tengah berkumpul dan dicurigai akan melakukan aksi tawuran.
Kecurigaan itu terbukti. Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan berbagai senjata berbahaya yang siap digunakan.
Mulai dari samurai, parang panjang, badik, tombak, hingga ketapel dan anak panah busur.
Baca juga: Sempat Telepon Keluarga Mengeluh Sakit, Sopir Truk Gabah Asal Pinrang Meninggal di Luwu
Kapolsek Bua, AKP Catur Suhendra, merinci barang bukti yang diamankan antara lain satu bilah samurai, dua parang panjang, satu badik, lima tombak, enam ketapel bambu, sembilan ketapel busur, 48 anak panah, serta dua petasan spritus.
Sebanyak 19 pemuda turut diamankan sebagai langkah pencegahan.
Lima orang diduga kuat menguasai senjata tajam dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Bua.
“Patroli ini merupakan respons atas meningkatnya gangguan keamanan, termasuk aksi busur yang sebelumnya sudah memakan korban,” ujar Catur, Rabu (6/5/2026).
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna mencegah segala bentuk gangguan keamanan, terutama yang berpotensi membahayakan warga.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu,menekankan bahwa patroli ini adalah bentuk kesiapsiagaan aparat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Ia juga mengajak peran aktif orang tua dan tokoh masyarakat dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.
“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah anak-anak muda terlibat dalam aktivitas negatif,” tegasnya.
Sebelumnya, aksi busur sempat memakan korban.
Seorang warga Desa Salu Jambu, Kecamatan Lamasi, diserang orang tak dikenal saat melintas di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di depan Bandara Bua, Senin malam (4/5/2026).
Korban yang baru pulang dari Kecamatan Ponrang itu tiba-tiba diserang menggunakan busur. Anak panah mengenai bagian belakang tubuhnya.
Meski terluka, korban masih sempat mengendarai kendaraannya menuju rumah kerabat di Desa Toddopuli sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Batara Guru Belopa untuk menjalani operasi.
Kapolsek Bua menyebut insiden tersebut diduga dipicu kesalahpahaman sekelompok pemuda yang mengira ada musuh di luar wilayah mereka.
“Sebagian sempat kami halau, tapi ada yang lolos hingga ke jalan dan terjadi penyerangan,” jelas Catur.
Saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Sementara itu, patroli rutin dan penyisiran malam akan terus ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Situasi di Bua pun kini menjadi perhatian serius aparat, seiring meningkatnya gangguan keamanan dalam beberapa waktu terakhir.
| Sempat Telepon Keluarga Mengeluh Sakit, Sopir Truk Gabah Asal Pinrang Meninggal di Luwu |
|
|---|
| Waspada Teror Busur di Bua Luwu, Pengendara Diserang di Depan Bandara Lagaligo |
|
|---|
| Harga Sapi Kurban di Luwu Kini Capai Rp 50 Juta Perekor |
|
|---|
| Nabung Rp200 Ribu dari Panjat Lontar, Emmaria Kini Naik Haji |
|
|---|
| BPBD Luwu Timur Catat 130 Rumah di Ussu Terendam Banjir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-05-06-Unit-Kecil-Lengkap-UKL-Polres-Luwu-serta-Brimob.jpg)