Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Walenrang Sukarela Serahkan 10 Papporo, 32 Anak Panah, dan 4 Ketapel ke Polisi

Polisi mengumpulkan 10 pucuk senjata papporo, dua senjata pelontar, empat ketapel, dan 32 anak panah busur.

Tayang:
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
SENJATA RAKITAN - Kabag Ops Polres Luwu, Kompol Ahmad (tengah) dan Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Ibnu Robbani (kanan) menerima senjata rakitan, senjata pelontar, ketapel, dan anak panah busur di Mapolres Luwu, Jumat (2/5/2026). Polisi mengumpulkan 10 pucuk senjata papporo, dua senjata pelontar, empat ketapel, dan 32 anak panah busur dari dua lokasi yang berkonflik di Walenrang dan Lamasi 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kecamatan Walenrang dan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, secara sukarela menyerahkan berbagai senjata rakitan kepada polisi. 
  • Langkah ini menjadi bentuk dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mencegah potensi konflik sosial di wilayah tersebut.
  • Polres Luwu melalui personel UKL berhasil mengumpulkan total 10 senjata rakitan jenis papporo, dua senjata pelontar, empat ketapel, dan 32 anak panah busur. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Warga Kecamatan Walenrang dan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyerahkan sejumlah senjata rakitan secara sukarela kepada aparat kepolisian.

Penyerahan itu dilakukan sebagai bentuk dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan dan mencegah potensi konflik sosial di wilayah tersebut.

Kasi Humas Polres Luwu, Iptu Yakobus Rimpung, mengatakan senjata yang diserahkan warga diterima personel pengamanan Unit Kecil Lengkap (UKL) yang bertugas disejumlah desa rawan.

“Personel UKL 1 yang bertugas di Desa Seba-Seba dan Desa Lamasi Pantai menerima empat pucuk senjata rakitan jenis papporo, dua senjata pelontar atau dum-duman, dua ketapel, dan 12 anak panah busur,” kata Yakobus Rimpung, kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 13.43 Wita siang.

Personel UKL 2 yang bertugas di Desa Kalibamamase dan Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang, menerima enam pucuk senjata rakitan jenis papporo, 20 anak panah busur, serta dua ketapel.

Baca juga: Video Viral Pemuda Saling Kejar di Bajo Luwu, Polisi Sebut Dipicu Provokasi Bohong

Polisi mengumpulkan 10 pucuk senjata papporo, dua senjata pelontar, empat ketapel, dan 32 anak panah busur.

Menurut Yakobus, seluruh barang tersebut diserahkan sukarela oleh masyarakat melalui aparat pemerintah setempat untuk diamankan kepolisian.

Langkah itu dinilai penting guna meminimalisir potensi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menegaskan penyerahan senjata rakitan tersebut merupakan hasil pendekatan persuasif yang dilakukan jajaran Polres Luwu kepada masyarakat.

“Kami terus mengedepankan langkah dialogis dan pembinaan kepada warga agar bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Alumnus Akpol tahun 2004 itu.

Ia menyebut, meningkatnya kesadaran masyarakat tidak lepas dari peran aktif Bhabinkamtibmas.

Personel Bhabinkamtibmas rutin melakukan sambang, komunikasi, serta memberikan imbauan hukum di tengah warga.

Selain itu, Polres Luwu juga terus mengintensifkan patroli rutin di titik rawan konflik melalui personel UKL.

“Kami mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, dan elemen warga untuk memperkuat siskamling serta menolak segala bentuk kekerasan,” bebernya.

Adnan mengapresiasi warga yang menyerahkan senjata rakitan dan berharap langkah tersebut menjadi awal terciptanya situasi aman dan damai di wilayah Walenrang dan Walenrang Timur.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat dan polisi bersinergi, maka stabilitas wilayah bisa terus terjaga,” tandasnya.

Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved