Gerakan Pangan Murah Diserbu Warga Bajo, Gula Pasir Rp17 Per Kilogram-Sirup Botol Rp10 Ribu
Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi terlihat di lokasi, sekaligus membuka agenda GPM.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) jelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
GPM itu diadakan di Pasar Bajo lama, Kelurahan Bajo, Kecamatan Bajo, Selasa (17/2/2026) sore.
Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi terlihat di lokasi, sekaligus membuka agenda GPM.
Ia mengenakan setelan kemeja berwarna abu dengan topi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Andi Makkawaru mendampingi.
Dia mengenakan baju lengan panjang berwarna putih bertulis 'Stop Boros Pangan'.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, Dinas Ketahanan Pangan menyediakan sejumlah bahan pokok.
Seperti telur, gula pasir, dan minyak goreng.
Sejumlah bahan pokok itu dijual di bawah rata-rata harga pasar.
Telur dijual dengan harga Rp55 ribu dan Rp50 ribu per rak.
Gula pasir dibandrol Rp17 per kilogram, serta minyak goreng kemasan bantal Rp15,5 ribu per liter.
Ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret turut berpartisipasi.
Produk yang disajikan dengan harga promo.
Diantaranya, Minyak Goreng Sofia 2 liter Rp40 ribu.
Gula pasir Rp17,5 ribu, minyak Filma 2 liter Rp38 ribu.
Ada juga Terigu Segitiga Biru Rp15 ribu, beras premium Rp74,5 ribu, serta sirup ABC Rp10 ribu.
Camat Bajo Hidayah, berharap GPM memberi keringanan ekonomi bagi masyarakat menjelang ibadah puasa.
Apalagi, harga bahan pokok biasanya merangkak naik menjelang hari besar keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat besar bagi perekonomian masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk membantu masyarakat,” jelasnya, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 15.37 Wita sore.
Hidayah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan berbelanja sesuai kebutuhan.
“Mari kita manfaatkan kegiatan ini dengan berbelanja secukupnya, terutama untuk memenuhi kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa,” ungkapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu, Andi Makkawaru, GPM ini terhitung pelaksanaan yang kesembilan kalinya sebelum Ramadan.
Ia memasang tagline 'GMP Menyasar Desa'.
“Kegiatan ini merupakan arahan dan perintah Bupati dan Wakil Bupati Luwu dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan agar inflasi di Kabupaten Luwu dapat ditekan,” bebernya.
Makkawaru menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan harga komoditas strategis di pasaran.
Sekretaris Daerah, Rudi mengaku tujuan kegiatan ini adalah memastikan masyarakat dapat mengakses pangan dengan harga terjangkau.
Pemda juga meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk terus memantau komoditas penting seperti daging, telur, dan ayam, yang cenderung mengalami kenaikan harga.
Sementara untuk beras, stok dinilai cukup dan Bulog siap melakukan suplai sesuai kebutuhan.
Laporan Juranalis Tribun-Timur.com, Muh Sauki Maulana
| Waspada Teror Busur di Bua Luwu, Pengendara Diserang di Depan Bandara Lagaligo |
|
|---|
| Harga Sapi Kurban di Luwu Kini Capai Rp 50 Juta Perekor |
|
|---|
| Nabung Rp200 Ribu dari Panjat Lontar, Emmaria Kini Naik Haji |
|
|---|
| BPBD Luwu Timur Catat 130 Rumah di Ussu Terendam Banjir |
|
|---|
| Tak Tega Lihat Antrean Panjang di RSUD I Lagaligo Wotu, Irwan Bachri Syam Minta Tambah Meja Layanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pasar-Bajo-2026-666.jpg)