Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Film Indonesia

Tumbal Darah Siap Guncang Bioskop, Kisah Penagih Utang dan Klinik Maut

Film Tumbal Darah tayang 23 Oktober 2025. Horor emosional tentang perjuangan keluarga, dibintangi Marthino Lio dan Sallum Ratu Ke.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Rudi Salam/Tribun Timur
FILM TUMBAL DARAH – Sutradara Film Tumbal Darah Charles Gozali (dua dari kiri) berfoto bersama saat berkunjung ke Kantor Tribun Timur, Jalan Cendrawasih No 430, Makassar, Selasa (14/10/2025). Film Tumbal Darah tayang di seluruh bioskop Indonesia 23 Oktober 2025. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Film Tumbal Darah bukan sekadar horor biasa.

Film ini membawa penonton dalam perjalanan menegangkan tanpa henti.

Diproduksi Magma Entertainment, Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studios, VMS Studio, PK Films, dan Samara Group, film berdurasi 109 menit ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025.

“Tumbal Darah bukan sekadar film horor biasa,” kata Sutradara Charles Gozali saat berkunjung ke Kantor Tribun Timur, Jalan Cendrawasih No 430, Makassar, Selasa (14/10/2025).

Charles didampingi Co Sutradara Film Tumbal Maut, Imron Ayyikayu, dan pemeran utama Marthino Lio.

Mereka disambut Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur, Ronald Ngantung.

Film ini dibintangi Marthino Lio, Sallum Ratu Ke, Donny Alamsyah, Agla Artalidia, Aksara Dena, Rania Putrisari, Epy Kusnandar, Leo Maitimu, Salsabila Zahra, Rowiena Umboh, Mikayla Hikaru, Veronika Twns, Valerie Twns, Quinnsha Alexandria Kimy, dan Quinnta Bian Kimy.

Tumbal Darah merupakan kolaborasi perdana tiga rumah produksi ternama.

 Film ini menggabungkan horor aksi khas Charles Gozali dan Magma Entertainment, komentar sosial dari Wahana Kreator, serta drama menyentuh ala Sinemaku Pictures.

“Perpaduan tiga rumah produksi ini kami yakini akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda,” ujar Charles.

Film ini mengisahkan Jefri (Marthino Lio), penagih utang yang berjuang demi istrinya, Ella (Sallum Ratu Ke), yang sedang hamil delapan bulan.

Saat Ella mengalami kecelakaan, Jefri mencari bantuan medis di tengah krisis ekonomi.

Namun, mereka justru terjebak di klinik bersalin yang menjadi tempat persembahan setan.

Perjuangan mereka berubah menjadi mimpi buruk penuh darah dan keputusasaan untuk keluar dari klinik tersebut.

Banyak Pesan Moral

Marthino Lio menyebut film ini sarat pesan moral, terutama tentang perjuangan kepala keluarga.

“Film ini membawa emosi seperti perih, resah, dan haru,” katanya.

Imron Ayyikayu mengaku proses produksi menghadapi banyak tantangan.

“Ceritanya kan masa covid, salah satu tantangannya penggambaran memperlihatkan keadaan covidnya,” ujarnya. (*)

 


Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved