Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PKB Sulsel

PKB Dimata Azhar Asryad: Bukan Hanya NU, Tapi Partai ini itu untuk Semua!

Azhar Arsyad mengatakan PKB yang banyak diisi kalangan aktivis akan hadir mengawal kebijakan pemerintah.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad menyampaikan keterangan pers dalam Musyawarah Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel di Hotel Claro, Sabtu (1612021). (Foto Ari Maryadi Tribun Timur) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Bagi Azhar Arsyad, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan hadir bagai lebah dalam mengawal pemerintah dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya jika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat, maka PKB akan hadir menyengat pemerintah agar mengeluarkan madu bagi masyarakat.

Azhar Arsyad mengatakan PKB yang banyak diisi kalangan aktivis akan hadir mengawal kebijakan pemerintah.

Berikut petikan wawancara eksklusif Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad kepada Wakil Pemimpin Redaksi Tribun Timur AS Kambie:

1. PKB selalu dianggap partai terus naik, bahkan ada lembaga survei signifikan, apa kunci selalu naik?

munkin kepemimpinan Gus Muhaimin tentang pentingnya politik kehadiran, pentingnya menjaga, secara kultural, PKB lebih banyak diisi para aktivis.

Saya ini ada pengalawan di DPRD melihat anggota yang berasal dari birokrat dan berasal dari aktivis, jadi nyata bedanya. Terutama soal sensitifvitas.

Biasanya ini sekaligus kritik, biasanya kalau birokrat peduli itu karena dia sejak awal bekerja untuk peduli

kalau aktivis ini kepedulian itu datang dari dalam, ada internalisasi

2. Jadi kalangan aktivis yang banyak di PKB sekarang?

Iya, jadi. Kedua PKB punya konsolidasi yang terus menerus. ini kan ada masalah sebenarnya menurut saya di dalam partai politik.

Bagi saya partai politik itu kan semacam kawasan dari muka, ini tempat melatih pemimpin. Makanya tugas partai bagaimana rekrukmen dan kaderisasi.

Jadi itu yang kita buka ruangnya terus. Bagaimana saya ketika jadi ketua PKB Sulsel, saya merasa ada masalah ini di PKB Sulsel.

Terlalu elitis, dikenal sebagai partai hanya milik NU. Padahal PKB ini oleh Nahdlatul Ulama (NU) justru dibuat untuk kepentingan bangsa dan negara. Jadi tugasnya membuka ruang seluas-luasnya. Jadi bukan partai siapa-siapa ini partai kita semua.

Sejauh mana kita bisa manfaatkan sebagai instrumen politik, ya tergantung dari kita. Makanya saya ajak orang baik, baik akademisi, LSM, birokrasi ayo kita sama-sama. Karena bagaimana pun juga ini untuk kita semua.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved