Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wisata Sulsel

Kampung Galung, Wisata Sawah yang Eksotis di Sinjai Barat

Kampung Galung, wisata sawah yang eksotis di Sinjai Barat berada di Desa Barania Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI
Suasana Wisata Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupatsn Sinjai, Sulawesi Selatan, Kampung Galung. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kampung Galung, wisata sawah yang eksotis. Berada di Desa Barania Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kampung Galung, begitulah masyarakat sekitar menamainya dalam bahasa konjo yang berarti kampung sawah.

Kampung yang dikelilingi hamparan sawah, gemercik air memanjakan pendengaran, hingga udara segar menyejukkan paru-paru.

Masyarakat senantiasa menikmatinya. Mereka seolah-olah berada dalam surga dunia yang telah diberikan oleh Tuhan. Dan, mereka mensyukuri nikmat itu.

Masyarakat memanfaatkan nikmat itu dengan sedemikian rupa.

Mulai dari hentakan cangkul menjadi padi yang mengisi perut-perut mereka, menjadi sumber mata air menyegarkan, hingga ruang destinasi wisata bagi masyarakat urban yang sedang mengalami kegalauan dan kepenatan.

Kampung ini tak sukar untuk ditemukan, ia berada di Desa Barania Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Desa yang berjarak sekitar 115 kilometer dari Jantung Kota Makassar, dan berjarak kurang lebih 45 Kilometer dari Kota Sinjai dengan waktu tempuh 1,5 hingga 2 jam menggunakan mobil.

Jalanan meliuk-liuk dan sempit menjadi satu tantangan tersendiri, jika terdapat dua mobil yang berpapasan maka salah satunya mesti mengalah agar menghindari kecelakaan. Sebab, mobil berjalan sisi pegunungan dengan jurang terjal untuk sampai ke Kampung Galung

Meski rasa takut menyelimuti hati. Namun, di perjalanan kita juga banyak menjumpai pemandangan yang indah menghijaukan mata dan hati penumpang.

Rasa takut dan tentram saling berkelindan di hati. Akan tetapi, rasa takut akan segera berakhir, ketika gerbang kampung galung mengucapkan selamat datang. Di situ kita merasakan aroma sawah bercampur udara segar, dan para petani yang ramah tengah asik bercocok tanam.

Semua terbayarkan saat tiba di jalan yang diapit hamparan sawah. Di situ, sawah tak hanya dikunjungi oleh para petani setempat. Melainkan, masyarakat yang berasal dari berbagai daerah berkunjung untuk turut menikmati panorama alam yang telah dijadikan sebagai tempat wisata eksotis.

"Tepatnya pada tahun 2019 silam, tempat ini tak hanya dinobatkan sebagai destinasi wisata andalan bagi pemerintah dan masyarakat setempat, melainkan orang dari luar pun berdatangan untuk liburan," kata Kepala Desa Barania, Firman M Maddolangeng pada Tribun Timur.

Di tempat itu, masyarakat sesekali disapa oleh kabut, dan juga cuaca dingin yang terasa menusuk kulit, seakan mengajak bersembunyi di balik selimut tebal atau duduk melingkar di dekat perapian sembari menikmati segelas teh hangat dan sepiring gorengan panas yang baru saja diangkut dari kuali.

Sebagai lokasi wisata, pemerintah bersama masyarakat setempat membangun 10 gasebo yang berada di beberapa pematang sawah. Tentu bangunan itu bertujuan sebagai tempat bertandang bagi masyarakat yang ingin menyatu dengan pemandangan di sekitarnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved