5 Hal Terjadi pada Praja IPDN Cantik Dhea Rahma Amanda Jelang Wafat, Nomor 4 dan 5 Bikin Merinding
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sedang diselimuti duka. Calon prajanya pada tingkat pertama
TRIBUN-TIMUR.COM - Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sedang diselimuti duka.
Calon prajanya pada tingkat pertama angkatan ke-28 tahun, Dhea Rahma Amanda (17) meninggal dunia secara mendadak saat mengikuti rangkaian pendidikan dasar di lapangan Resimen Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/10/2017).
Jenazah Dhea pun kini dipulangkan ke kampung halamannya di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, untuk dimakamkan.
Sejumlah kerabat, sahabat pun berdatangan di rumah duka, kemarin, untuk melihat jenazah Dhea di rumah duka, Jalan Untung Suropati nomor 33 B Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.
Meninggalnya Dhea mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarganya sebab selama ini dia tidak memiliki riwayat penyakit kronis atau tubuhnya sehat.
Selama ini, almarhum hanya pernah menderita penyakit sesak nafas, namun sembuh sebelum menjadi calon praja IPDN.
Lalu, apakah karena dia mengalami kekerasan fisik saat pendidikan dasar?
Belum diketahui secara pasti lantaran pihak keluarga menolak adanya autopsi.
Kerabat almarhumah, Herniyanto menuturkan, keluarga melihat tidak ada tindakan kekerasan terhadap almarhumah.
"Keluarga minta nggak ada autopsi karena sudah ikhlas. Jadi tidak ada rencana autopsi, ya kasihan sama almarhumah," kata Herniyanto sebagaimana dikutip dari Tribun Lampung.
Kejadian Sebelum Dhea Meninggal Dunia
Ada sejumlah hal terjadi pada Dhea sebelum dirinya meninggal dunia dan apakah ini jadi pertanda?
1. Komunikasi dengan orangtua
Sebelum meninggal dunia, Dhea sempat berkomunikasi dengan orangtuanya di Bandar Lampung.
Tetapi setelah beberapa jam, pihak IPDN mengabarkan bahwa Dhea telah meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dhea-rahma-amanda_20171002_141906.jpg)