Debat Tanpa Kesimpulan Alumni Unhas Soal BEM
Ratusan anggota Grup WhatsApp Alumni Unhas bersilaturahmi dalam halal bi halal di Red Corners, Jl Yusuf Dg Ngawing Kota Makassar, Senin (30/3/2016).
Ia menjadi tokoh baru dan patron dalam pergerakan sosial politik di Indonesia.
Pemuda kelahiran Pangkep, 4 Mei 1997 ini pernah memimpin demonstrasi damai pada 24 dan 30 September.
Mereka menolak revisi Undang-undang KPK.
Itulah gerakan perdana BEM Unhas setelah 15 tahun vakum.
Selanjutnya Imam Mobilongo melanjutkan kiprah BEM Unhas.
Namun hingga lima tahun berselang, tak ada lagi kepengurusan lembaga kemahasiswaan level tertinggi ini.
"Yang kita mau ini ada BEM Unhas, soal bentuknya adalah terserah mahasiswa saat ini," kata Mulawarman, jurnalis senior.
Beberapa Alumni pun memberikan masukan soal kriterianya.
Bahkan, ada yang ingin membawa hasil diskusi ini ke Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa.
Namun hingga pukul 10.39 malam, tak ada kesimpulan dari diskusi ini.
Bachrianto Bachtiar pun yakin BEM Universitas akan dibentuk rektorat tanpa intervensi siapapun.
"Saya yakin akan terbentuk, bukan atas dorongan siapapun tapi keputusan dari internal Universitas Hasanuddin," katanya.
Ramli Rahim pun menutup halal bihalal ini dengan ucapan," Tak ada kesimpulan, Lagi-lagi diskusi kita harus lanjut lagi di Grup WhatsApp Unhas," katanya. (*)
| Suripto Nahkodai KPJ Sulsel 2026-2031, Fokus Sosial dan Kemanusiaan untuk Perantau Jawa |
|
|---|
| National Governance Awards 2026: Antara Meritokrasi Kinerja dan Ilusi Inovasi Tata Kelola di Sulsel |
|
|---|
| Ponpes Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Sulsel Wisuda 83 Hafidzah |
|
|---|
| Urus Adminduk di Kecamatan Ribet, Appi Hadirkan di Kelurahan |
|
|---|
| Jejak Makassar di Jantung Kota Bangkok Thailand |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260331_ALUMNI-UNHAS_alumni-unhas-2026.jpg)