Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Rektor Unhas

Prof JJ Siapkan Skema Evaluasi Dekan Unhas, Target Tidak Tercapai Ada Konsekuensi

Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menyiapkan evaluasi berkala bagi dekan.

Tayang:
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/Faqih Imtiyaaz
REKTOR UNHAS - Rektor Jamaluddin Jompa saat ditemui di Ballroom Unhas Hotel and Convention Center, Sabtu (14/3/2026) malam. Ia menyiapkan evaluasi berkala bagi jajaran dekan, di mana masa jabatan akan bergantung pada pencapaian target kinerja. 

 

Ringkasan Berita:
  • Jabatan dekan di Universitas Hasanuddin, Makassar selama ini 4 tahun, kini akan dievaluasi berkala berdasarkan target kinerja. 
  • Rektor Jamaluddin Jompa menegaskan, bila target tidak tercapai, jabatan bisa berakhir lebih cepat. Mekanisme ini berlaku juga bagi pejabat lain termasuk rektor, meniru praktik universitas besar internasional.

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Jabatan dekan di Universitas Hasanuddin bakal dievaluasi secara berkala. Masa jabatan empat tahun akan sepenuhnya bergantung pada capaian target kinerja yang ditetapkan saat pengangkatan.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa (Prof JJ), mulai menyiapkan skema evaluasi ini pada periode kedua kepemimpinannya. Setiap dekan akan memiliki target kinerja spesifik.

Apabila target tidak tercapai, konsekuensinya bisa berupa pembatalan atau penghentian jabatan.

“Sebenarnya kan dekan itu diangkat oleh Rektor, tidak ada pemilihan sebenarnya, yang ada penjaringan. Dalam kontrak kinerja kita sudah jelas. Jika tidak tercapai, ada konsekuensinya,” ujar Prof JJ saat ditemui di Ballroom Unhas Hotel and Convention Center, Sabtu (14/3/2026) malam.

Skema evaluasi ini bahkan berlaku bagi jabatan rektor.

Target kinerja tertuang dalam kontrak kerja dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Prof JJ menekankan pejabat perlu sukarela mundur jika target tidak tercapai, meniru praktik di universitas besar internasional seperti Universitas James Cook di Australia.

“Budaya ini baru, tapi akan kami terapkan. Semua pejabat, termasuk dosen, dekan, hingga rektor akan dievaluasi. Jika tidak mampu mencapai target, wajar kalau ada penyesuaian jabatan,” tambahnya.

Mekanisme evaluasi masih disusun, namun kriteria penilaian akan menyesuaikan kemampuan masing-masing fakultas. “Kriterianya masuk akal, standar, dan normal,” kata Prof JJ.

Wakil Rektor sekaligus mantan Dekan Fakultas Hukum, Farida Patittingi, mendukung kebijakan ini.

Konsistensi prestasi SDM di Unhas penting untuk meningkatkan reputasi internasional, mengingat posisi Unhas kini berada di QS World University Ranking 950-1000.

“Renstra Unhas menetapkan pencapaian terukur dengan kualitas SDM dan mahasiswa berprestasi, ditopang tata kelola yang agile dan berbasis teknologi informasi,” ujar Prof Farida.

Prof JJ terus menyiapkan budaya baru di Unhas pada periode keduanya, menekankan akuntabilitas dan kinerja sebagai dasar jabatan pimpinan. (*)

  

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved