Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Koper Penuh? Oleh-oleh Jamaah Haji Bisa Dikirim Langsung ke Indonesia Lewat Pos

Oleh-oleh yang tidak muat di koper dapat dikirim langsung ke Indonesia melalui layanan kargo haji yang disediakan Pos Indonesia di Makkah dan Madinah.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
KOPER BAGASI- Petugas Pos Indonesia sedang menimbang oleh-oleh jemaah haji yang dikirim lewat kargo haji di Al Waha, Kakiyah, Makkah, Senin (8/6/2026). Koper bagasi penuh sering menjadi persoalan klasik yang dihadapi jemaah haji menjelang kepulangan ke Tanah Air.  

Ringkasan Berita:
  • Untuk mengatasi masalah koper bagasi yang penuh akibat oleh-oleh, Pos Indonesia menyediakan layanan kargo haji langsung dari Makkah dan Madinah. 
  • Jamaah haji Indonesia cukup menghubungi petugas yang nantinya akan datang ke hotel untuk mengambil, mengemas, dan mendata barang kiriman hingga menerbitkan nomor resi. 
  • Layanan jemput bola ini menjadi solusi praktis agar jamaah bisa mengirimkan oleh-oleh dengan aman tanpa perlu khawatir terkena denda kelebihan bagasi pesawat saat pulang ke Tanah Air.

Laporan Hasim Arfah

Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Koper bagasi penuh sering menjadi persoalan klasik yang dihadapi jamaah haji menjelang kepulangan ke Tanah Air. 

Beragam oleh-oleh khas Arab Saudi, mulai dari kurma, air zamzam kemasan resmi, sajadah, hingga perlengkapan ibadah, kerap membuat kapasitas koper tidak lagi mencukupi.
Namun, jamaah haji Indonesia kini tak perlu khawatir. 

Oleh-oleh yang tidak muat di koper dapat dikirim langsung ke Indonesia melalui layanan kargo haji yang disediakan Pos Indonesia di Makkah dan Madinah.

Petugas Pos Indonesia di Makkah, Karyadi, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk membantu jamaah mengirim barang secara aman dan praktis tanpa harus terbebani batas bagasi penerbangan.

"Jamaah tinggal menghubungi petugas Pos Indonesia. Nanti kami datang ke hotel, mengumpulkan barang kiriman, melakukan pengemasan, dan memproses pengiriman sesuai jadwal yang disepakati," kata Karyadi saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Al Waha, Kakiyah, Makkah, Senin (8/6/2026).

Baca juga: 15 Tahun Menunggu Naik Haji, Indo Botting Asal Wajo Bawa Unta dari Mekkah

Menurutnya, setelah barang dikemas, petugas akan melakukan pendataan dan menerbitkan nomor resi yang diberikan kepada jamaah sebagai bukti pengiriman.

Selanjutnya, paket akan dibawa ke posko pengumpulan sebelum diberangkatkan ke Indonesia.

Meski demikian, terdapat ketentuan yang perlu diperhatikan jamaah. 

Setiap pemegang paspor hanya mendapatkan fasilitas bebas pajak dan bea cukai untuk maksimal dua kali pengiriman kargo.

"Satu paspor dibebaskan pajak untuk dua kali pengiriman saja," ujarnya.

Karena itu, jamaah diimbau memaksimalkan kapasitas setiap paket yang dikirim. 

Bagi pasangan suami-istri, fasilitas bebas pajak dapat dimanfaatkan hingga empat kali pengiriman karena menggunakan dua paspor.

Untuk memudahkan pengemasan, pihak Pos Indonesia menyediakan kardus dengan berbagai ukuran, mulai dari ukuran kecil (S) hingga ekstra besar (XL). 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved