Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Linjam PPIH-KJRI Bongkar Dugaan Penipuan Badal Haji Rp1,4 Miliar, Oknum KBIH Diamankan

"Untuk badal haji saja terdapat sekitar 140 orang dengan tarif Rp10 juta per orang. Ini jelas penipuan," kata Dahnil.

Tayang:
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Sakinah Sudin
MCH 2026
PENIPUAN BADAL HAJI- Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melepas jamaah haji Kloter 7 Embarkasi Medan, Senin (8/6/2026). Dahnil mengungkap hasil penertiban dugaan penipuan layanan badal haji dan pembayaran dam hadyu yang melibatkan oknum KBIH di Arab Saudi. 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-Timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, JEDDAH – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan adanya penertiban oknum petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang diduga menipu dalam layanan badal haji dan pembayaran dam hadyu bagi jamaah Indonesia.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh tim pelindungan jamaah Kementerian Haji dan Umrah RI bersama tim dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi. 

Penangkapan oknum KBIHU Minggu (8/6/2026) malam.

"Kami melakukan penertiban terkait dengan dam dan badal haji. Nilai transaksinya hampir Rp1,4 miliar," kata Dahnil usai melepas jamaah haji Kloter 7 Embarkasi Medan, Senin (8/6/2026).

"Untuk badal haji saja terdapat sekitar 140 orang dengan tarif Rp10 juta per orang. Ini jelas penipuan," tambahnya.

Menurut Dahnil, tarif yang dipungut kepada jamaah untuk badal haji tidak masuk akal jika dibandingkan dengan biaya resmi pelaksanaan haji di Arab Saudi. 

Ia menjelaskan, biaya haji domestik atau haji dakhili bagi warga setempat dapat mencapai lebih dari Rp40 juta per orang.

"Kalau ada yang menawarkan badal haji Rp10 juta, itu pasti patut dicurigai," kata Dahnil.

"Haji dakhili saja untuk masyarakat setempat bisa mencapai Rp40 juta. Tidak mungkin badal haji dilaksanakan dengan biaya serendah itu," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata Dahnil, sejumlah jamaah telah menjadi korban praktik tersebut. 

Pelaku diduga merupakan oknum petugas KBIH yang bekerja sama dengan pihak mukimin di Arab Saudi.

"Tadi malam sudah kami amankan, sudah kami interogasi, dan uangnya juga kami amankan sebagai barang bukti," katanya.

Selain dugaan penipuan badal haji, tim juga menemukan praktik penyimpangan dalam pembayaran dam hadyu. 

Dahnil menjelaskan bahwa pembayaran dam bagi jamaah semestinya dilakukan melalui lembaga resmi Adahi yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved