Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2026

Mannang dan Ribuan Koper Jamaah, Setia 34 Tahun di Embarkasi Makassar

Bagi Mannang, pekerjaannya bukan sekadar mengangkat koper.  Ada kebanggaan tersendiri bisa menjadi bagian

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
HAJI 2026 - Porter Embarkasi Makassar, Mannang, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (6/5/2026). Mannang sudah jadi porter Embarkasi Makassar selama 34 tahun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana di Embarkasi Makassar tampak sibuk pagi itu, Rabu (6/5/2026). 

Sebuah truk terbuka dipenuhi koper-koper jamaah haji yang ditata rapi dan sebagian diikat kuat agar tidak bergeser. 

Beberapa pria berseragam merah marun tampak sigap mengangkat dan menyusun koper, memastikan semuanya tertata sebelum jamaah tiba. 

Di balik hiruk-pikuk ini, ada peran penting para porter yang bekerja tanpa banyak sorotan.

Salah satunya adalah Mannang, pria 62 tahun asal Sudiang yang telah mengabdikan dirinya sebagai porter haji selama 34 tahun lamanya. 

Dengan pengalaman puluhan tahun, Mannang sudah hafal betul ritme kerja setiap musim haji.

“Ya pengalaman, ada suka dukanya lah,” kata Mannang kepada Tribun Timur.com di Asrama Haji Sudiang Makassar. 

Bagi Mannang, pekerjaannya bukan sekadar mengangkat koper

Ada kebanggaan tersendiri bisa menjadi bagian dari perjalanan suci para jamaah. 

Meski begitu, pekerjaan ini juga menuntut fisik yang kuat dan kesiapan waktu yang fleksibel.

“Sukanya itu selalu bertemu dengan teman-teman, dan biasanya kita lihat di TV bos-bos itu, sekarang kita ketemu langsung," ungkapnya.

Jam kerja porter tidak menentu. 

Semua bergantung pada jadwal kedatangan jamaah. 

Bahkan, koper-koper biasanya sudah tiba lebih dulu sebelum pemiliknya.

“Kedatangan jamaah itu tergantung jam berapa masuk. Barang biasanya duluan kita terima dan kita bongkar," ujarnya. 

"Sekarang diusahakan tiga jam sebelum jamaah datang, barang sudah masuk dan siap,” tambah dia.

Dalam satu musim haji, sistem kerja porter juga telah lebih tertata. 

Mereka kini menerima gaji bulanan untuk periode pemberangkatan dan pemulangan, yang berlangsung sekitar dua bulan. 

Di lapangan, tugas porter dibagi dua yakni porter koper besar dan porter koper kecil.

“Porter koper besar itu ada 39 orang. Kalau yang kecil saya tidak terlalu tahu jumlahnya,” kata dia.

Menariknya, tidak ada proses seleksi formal untuk menjadi porter. 

Pihak pengelola lebih mengutamakan warga sekitar Asrama Haji, memberi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Meski usia tak lagi muda, Manang mengaku masih menikmati pekerjaannya. 

Baginya, menjadi porter bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga tentang kebersamaan dan pengalaman berharga yang terus terulang setiap tahun.

“Masih suka. Kita sering ketemu teman-teman lama, juga yang baru,” ujarnya.

Di tengah perhatian besar pada jamaah yang akan berangkat ke Tanah Suci, peran para porter seperti Mannang menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah kerja kolektif banyak pihak. 

Mereka mungkin tak terlihat di layar, tetapi tanpa mereka, perjalanan ribuan koper dan harapan para jamaah tak akan berjalan semulus itu.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved