Haji 2026
Hotel Jemaah Terdekat 50 Meter, Terjauh 700 Meter dari Masjid Nabawi
H-2 jelang kedatangan, Seksi Akomodasi sudah menyiapkan sekitar 118 hotel untuk menyambut jemaah.
Penulis: Muh Hasim Arfah | Editor: Ansar
Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com/Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH – Jemaah Haji Indonesia gelombang pertama akan tiba di Madinah, Arab Saudi mulai 22 April 2026.
H-2 jelang kedatangan, Seksi Akomodasi sudah menyiapkan sekitar 118 hotel untuk menyambut jemaah.
Pada musim haji tahun 1447 H/2026 M, seluruh akomodasi jemaah berada di kawasan strategis Markaziyah atau berada di dalam area Ring Road.
Kawasan ini paling dekat dengan Masjid Nabawi.
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Dr Zaenal Muttaqin, menjelaskan total terdapat 118 hotel yang telah disiapkan untuk melayani jemaah.
Hotel-hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama yang dikoordinasikan oleh lima sektor.
“Kawasan Markaziyah dibagi menjadi tiga wilayah yakni kawasan Syamaliah, Ghorbiah dan Janubiah,” tandasnya, Senin (20/4).
Baca juga: Hotel Jemaah Terdekat 50 Meter, Terjauh 700 Meter dari Masjid Nabawi
Kawasan Syamaliah meliputi Sektor 1 (22 hotel) dan Sektor 2 (23 hotel).
Kawasan Ghorbiah dikelola Sektor 3 (24 hotel) dan Sektor 4 (26 hotel). Sedangkan Kawasan Janubiah dikoodinir Sektor 5 (22 hotel).
"Kawasan ini menjadi incaran hampir semua negara. Alhamdulillah, Indonesia berhasil mendapatkan lokasi tersebut sehingga jaraknya sangat dekat dengan Masjid Nabawi," ujar Zaenal.
Lokasi hotel jemaah Indonesia tahun ini tergolong sangat istimewa.
Jarak terdekat hanya 50 meter dari batas tembok Masjid Nabawi, sedangkan jarak terjauh berada di angka 700 meter.
Namun, jika dirata-ratakan, jarak 118 hotel tersebut hanya berkisar 500 meter dari Masjid Nabawi.
Kondisi ini tentu memudahkan jemaah untuk menjalankan ibadah sunah, termasuk melaksanakan Arba'in atau salat berjamaah 40 waktu berturut-turut selama sembilan hari masa tinggal di Madinah.
Meskipun lokasi hotel sangat strategis, Zaenal memberikan catatan terkait pengaturan kamar.
Hal ini karena kapasitas tiap hotel berbeda, sehingga ada kemungkinan jemaah dalam satu kelompok terbang (kloter) harus terpisah di hotel yang berbeda.
"Kami berupaya agar meskipun terpaksa pisah hotel, jemaah tetap dalam satu regu atau rombongan dan lokasinya berdekatan. Ini dilakukan agar tidak ada sisa kamar yang kosong, karena bisa menimbulkan kerugian negara. Kami mohon kearifan jemaah untuk memahami kondisi ini," jelasnya.
Fasilitas yang disediakan pun tidak main-main.
Zaenal menyebutkan ada jemaah reguler yang memungkinkan mendapatkan fasilitas setara hotel bintang empat hingga bintang lima.
Pasalnya ada sejumlah hotel yang stratifikasinya di atas bintang tiga namun ditempati oleh jemaah reguler.
Dari aspek kapasitas, etiap kamar diisi oleh tiga hingga lima orang jemaah, menyesuaikan jumlah tempat tidur.
Kondisi kasur dan kamar mandi dipastikan dalam standar yang nyaman dan layak. Termasuk kesetaraan layanan karena semua akan mendapatkan standar yang sama, mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga agenda ziarah.
"Intinya, layanan akomodasi ini sangat vital. Kami ingin jemaah merasa nyaman namun tetap fokus pada tujuan utama, yakni beribadah," kata Zaenal. (*)
| Suhu Makkah 39 Derajat, Madinah 38: Dokter Fathi Imbau Pola Minum Teratur |
|
|---|
| Calon Jemaah Haji Sulsel Tak Dilarang Bawa Buras dan Ketupat, Ishaq Iskandar: Asal Tidak Basi |
|
|---|
| 96 Calon Haji Parepare Masuk Kloter Terakhir, Punya Waktu Persiapan Lebih Lama |
|
|---|
| Menginap di Asrama Haji Sudiang, JCH Dibekali Perlengkapan Dasar Jelang Berangkat ke Tanah Suci |
|
|---|
| Dua Layanan Baru Embarkasi Makassar Bagi JCH, Apa Itu? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Zaenal-Muttaqin-saat-wawancara-di-Kota-Madinah.jpg)