Citizen Reporter
Merawat Pasar Lokal dan Ruang Dialog di Makassar
Namun terkadang kearifan hidup di dalam pasar ini tidak sepenuhnya terhubung dengan saluran komunikasi pemangku kebijakan.
Aspirasi disampaikan dengan bahasa santun, elegan, tanpa provokasi, bahkan menggunakan keragaman bahasa daerah, justru menunjukkan betapa beradabnya masyarakat kita.
Kota ini tidak hanya dihuni oleh jajaran pemerintah semata atau aparatus penegak perda (peraturan daerah); kota Makassar ini adalah milik kita semua.
Walikota, aparat, pedagang, dan pembeli adalah manusia-manusia terbaik dengan peran berbeda, namun terikat dalam satu kesatuan yang utuh.
Pemerintah selayaknya diposisikan sebagai orang tua bijaksana dan penuh Kasih sayang. Tak ada salahnya, jika Balaikota atau ruang-ruang pemerintah dibuka lebar untuk mengundang para pedagang.
Mari kita saling menelepon, saling mengabari, dan duduk bersila bersama. Dengan kepala dingin dan tutur kata santun, kita pasti mampu merumuskan penataan kota elegan----sebentuk pengelolaan merawat estetika Makassar, tanpa harus menyingkirkan warga dari rumah besarnya sendiri.
| Wisata Pantai Bukan Sekadar Menjual Pemandangan, Tetapi Juga Menjamin Keselamatan Pengunjung |
|
|---|
| Pengurus Ansor Sulsel Jajaki Kerja Sama Strategis IAIN Parepare |
|
|---|
| Tujuh Santri Ponpes Al Haris Raih Penghargaan pada Khataman Al-Quran 30 Juz |
|
|---|
| Tim Pengabdian UNM Bekali Pengurus Pesantren di Bulukumba dengan Standar Akuntansi Keuangan Modern |
|
|---|
| Milad ke-27 HMP BDP FIKP Unhas Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-06-09-Zainal-Siko.jpg)