Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bupati Bulukumba Minta ASN dan Petani Waspada Dampak El Nino

Andi Utta menekankan pentingnya mendorong kemandirian daerah melalui optimalisasi potensi lokal

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ari Maryadi
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
Petani sedang memanen padinya di Batukaropa, Kecamatan Rilau Ale. Bupati Andi Utta minta ASN dan warga waspadai dampak el nino tahun ini 

Ringkasan Berita:
  • Andi Utta ajak ASN waspada dan mencermati tantangan fenomena El Nino
  • Andi Utta menekankan pentingnya mendorong kemandirian daerah melalui optimalisasi potensi lokal
  • Khususnya di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan pariwisata

 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, Andi Muchtar Ali Yusuf, mulai menyikapi potensi dampak el nino.

Ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mencermati tantangan fenomena El Nino.

"Kita harus lebih kreatif dalam bekerja, bagaimana membantu masyarakat meningkatkan taraf hidup sekaligus mendorong kemandirian daerah,” katanya kepada pegawai, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, Andi Utta menekankan pentingnya mendorong kemandirian daerah melalui optimalisasi potensi lokal, khususnya di sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan pariwisata.

Terpisah Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari BMKG Bulukumba tidak berdampak keras el nino di daerah itu seperti daerah lainnya di Indonesia dan sebagian wilayah Sulsel.

" Tapi tetap diwaspadai dengan langkah-langkah antisipasi," katanya.

Seperti, diarahkan petani  untuk pengolahan lahan dan tanam lebih cepat.

Pengaturan pola tanam, efesiensi penggunaan air. Penggunaan varietas yang tahan kekeringan.

Selain itu diharapkan ada penguatan koordinasi antara petani,petugas dan pemerintah setempat.

Kabupaten Bulukumba memiliki luas lahan sekitar 22.458 hektar hingga 22.912 hektar berdasarkan data statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan.

Wilayah ini didominasi oleh sawah irigasi dan tadah hujan, dengan sebaran luas mencakup berbagai kecamatan.

Pada tahun 2024 terdapat 1.341 hektar sawah terdampak kekeringan di sejumlah wilayah kecamatan.

El Niño adalah fenomena iklim berupa pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas rata-rata normal.

Fenomena ini menyebabkan angin pasat melemah, memindahkan awan hujan menjauh dari Indonesia ke Pasifik.

Akibatnya memicu musim kemarau yang lebih panjang, kering, serta risiko kebakaran hutan di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved