Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pantai Marumasa Bulukumba, Pesona Alami Teluk Bone Selatan yang Belum Dikelola

Pantai Marumasa Bulukumba menyimpan pesona alami Teluk Bone Selatan meski belum dikelola resmi.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Kiki Content Writer
Tribun-timur.com/Samsul Bahri
PANTAI MARUMASA - Pantai Marumasa di Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Bulukumba, masih alami dan belum dikelola secara resmi. 
Ringkasan Berita:
  • Pantai Marumasa Bulukumba memiliki pasir putih dan laut biru-hijau tosca di Teluk Bone Selatan.
  • Pantai ini belum dikelola resmi, namun tetap dikunjungi wisatawan tanpa retribusi.
  • Warga berencana membuka kembali wisata setelah akses jalan rampung.

 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI - Pantai Marumasa di Dusun Dauhe, Desa Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu potensi wisata alam yang belum dikelola secara resmi.

Pantai ini menawarkan pasir putih dengan deretan pepohonan yang tumbuh alami. Warna laut biru hingga hijau tosca terlihat jelas karena Pantai Marumasa berhadapan langsung dengan Teluk Bone bagian selatan.

Tokoh masyarakat setempat, Andi Abidin, mengatakan Pantai Marumasa hingga kini belum dikelola baik oleh pemerintah maupun secara pribadi. Meski demikian, wisatawan lokal kerap berkunjung tanpa dipungut biaya masuk.

"Ini belum dikelola, baik pemerintah maupun secara pribadi," kata tokoh masyarakat setempat, Andi Abidin, Kamis (29/1/2026).

Di sekitar pantai, aktivitas nelayan masih berlangsung. Kapal dan sampan nelayan yang melintas serta berjajar di bibir pantai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Pantai Marumasa sempat dibuka sebagai lokasi wisata oleh masyarakat pada 2016. Namun, seiring bertambahnya destinasi wisata lain di Bulukumba dan keterbatasan akses jalan, jumlah pengunjung menurun hingga aktivitas wisata terhenti.

Di samping itu, akses jalan tak mendukung. Kini akses jalan masuk sudah dibangun oleh masyarakat setempat secara swadaya.

"Rencananya, setelah jalanan rampung kami masyarakat akan buka wisata ini," kata Andi Abidin.

Di lokasi yang sama salah seorang pengunjung bernama Musdhalifa memuji keindahan alam.

"Sisa dikelola dengan baik agar ekonomi masyarakat bisa tumbuh," harapnya.

Hanya saja pengelolaan perlu lebih baik dan profesional. Termasuk sampah kiriman  perlu dibersihkan agar nyaman dipandang. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved