Cuaca Ekstrem Melanda Perairan Bulukumba dan Selayar, Kapal Feri Tunda Pelayaran
Keputusan ini diambil oleh ASDP, Syahbandar, dan pihak Pelabuhan Bira setelah menerima informasi terbaru dari BMKG.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Perairan Kabupaten Bulukumba dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, kembali dilanda cuaca ekstrem, Rabu (21/1/2026).
Kondisi ini menyebabkan gelombang tinggi antara 1,2–2,5 meter dan angin kencang dengan kecepatan hingga 35 knot per jam.
Akibatnya, pelayaran kapal feri dari Pelabuhan Pamatata ke Bira dan sebaliknya ditunda.
Keputusan ini diambil oleh ASDP, Syahbandar, dan pihak Pelabuhan Bira setelah menerima informasi terbaru dari BMKG.
Manajer Usaha dan Teknik ASDP La Kadaha mengumumkan bahwa kapal yang tidak dapat berlayar hari ini adalah KMP Balibo dan KMP Takabonerate.
“Kondisi laut saat ini tidak aman untuk dilalui,” ujar Komandan Pos Pelabuhan Bira Bulukumba, Andi Abidin.
Pihak ASDP meminta pengguna jasa memaklumi keputusan ini.
Saat ini, Pelabuhan Bira relatif sepi.
Sebagian calon penumpang memilih pulang, sementara beberapa tetap menunggu di pelabuhan meski jumlahnya sedikit.
Kapal Feri Tujuan Selayar–Labuan Bajo Tak Berlayar
Sebelumnya, kapal feri KMP Sangke Palangga dan KMP Takabonerate tujuan Selayar–Labuan Bajo juga dilarang berlayar karena cuaca buruk.
Gelombang di perairan kepulauan hingga Labuan Bajo dan Flores mencapai 2–4 meter, sehingga dianggap sangat berbahaya.
Komandan Pos Pelabuhan Bira, Andi Abidin, menjelaskan keputusan ini berdasarkan perkiraan cuaca BMKG dan pengamatan langsung di laut.
Kepala Syahbandar Bulukumba, Muh Sjech Idrus, mengingatkan agar keselamatan selalu menjadi prioritas.
KMP Bontoharu Terhantam Gelombang Tinggi Saat Pelayaran Bira–Kabaena
Rabu dini hari (20/1/2026), kapal feri KMP Bontoharu dihantam gelombang tinggi sekitar 2 meter saat berlayar dari Pelabuhan Bira, Bulukumba, menuju Sikeli, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Kapal sempat oleng akibat gelombang dan angin kencang, menyebabkan kendaraan truk di atas kapal berbenturan. Beberapa muatan truk jatuh dan mengalami kerusakan.
Meski demikian, KMP Bontoharu dilaporkan tiba dengan selamat di Pelabuhan Sikeli pada sore hari.
“Sejumlah sopir dan kondektur terlihat pasrah menghadapi kondisi tersebut,” tambah Andi Abidin.
BMKG Wilayah Makassar mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jasa laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk.
Kepala Syahbandar Bulukumba menegaskan agar para nahkoda dan kru kapal tidak memaksakan pelayaran dalam kondisi laut ekstrem.
Hari ini, dua kapal di Pelabuhan Bira dan Pamatata, KMP Balibo dan KMP Takabonerate, sementara waktu ditahan di pelabuhan hingga cuaca membaik.
| Diresmikan Tiga Bulan Lalu, Lift RSUD Bulukumba Sudah Bermasalah |
|
|---|
| Wakil Bupati Bulukumba Idolakan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem di Bone, Dinas Pendidikan Minta Sekolah Tunda Rekreasi dan Study Tour |
|
|---|
| Remaja 17 Tahun Meninggal Usai Tabrakan Motor di Bontosikuyu Selayar |
|
|---|
| Kerukunan Masyarakat Bulukumba Sembelih 13 Ekor Sapi Kurban ke Masyarakat Pelosok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/truk-nyaris-terbalik-di-atas-KMP-Bontoharu.jpg)