Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2 Perahu Nelayan Bulukumba Tenggelam usai Dihantam Ombak

Dua perahu nelayan tersebut tenggelam setelah dihantam ombak 1,5 meter di lokasi berbeda pagi tadi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
BPBD BULUKUMBA - Petugas BPBD Bulukumba mengevakuasi nelayan selamat terdampak gelombang ekstrem di laut LeppeE, Senin (12/12/2026). 2 Nelayan selamat dalam peristiwa itu. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU -  Dua kapal perahu nelayan di Kabupaten Bulukumba tenggelam, Senin (12/1/2026).

Dua perahu nelayan tersebut tenggelam setelah dihantam ombak 1,5 meter di lokasi berbeda pagi tadi.

Lokasi pertama di Laut Jl Menara dan lokasi kedua berada di sekitar Mercusuar LeppeE, Kecamatan Ujung Bulu.

Dua nelayan sempat tenggelam bersama perahunya saat mencari ikan.

Keduanya adalah Baso Dg Ngawing tenggelam di Laut Menara.

Dan Gagan mengalami kecelakaan laut di sekitar Laut Lampu Mercusuar, LeppeE, Kelurahan Kalumeme, Kecamatan Ujung Bulu.

Keduanya kemudian selamat setelah berenang ke arah pantai.

"Kedua nelayan ini sempat tenggelam. Kemudian mereka berenang dan ditolong oleh kapal nelayan sedang melintas," kata Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah saat ditemui di kantornya sekitar pukul 16.00 sore tadi.

Hasbullah menceritakan sebelum kecelakaan laut tersebut, air laut tampak tenang.

Angin juga tidak bertiup kencang.

Namun saat kedua nelayan tersebut dalam perjalanan menuju pulang, gelombang 1,5 meter menimpanya dan kecepatan angin 20 knot.

" Kapal perahu mereka terbalik lalu tenggelam saat dihantam ombak," ungkap Hasbullah.

Pasca kejadian itu, kedua nelayan berenang ratusan meter sebelum ditemukan nelayan yang sedang melintas.

Terpisah Kepala Syahbandar Bulukumba, Muh Sjech Idrus membenarkan peristiwa itu.

"Saat ini memang cuaca buruk di perairan. Jangankan kapal kecil, kapal feri antar pulau saja diimbau tak berlayar karena cuaca ekstrem," katanya saat dijumpai di kantornya di Pelabuhan Leppe.

Ia berharap agar nelayan dan nahkoda kapal logistik serta kapal feri dapat memantau perkembangan cuaca dan tidak memaksakan diri berlayar.

Di Pelabuhan Bentenge, ada puluhan kapal nelayan berlabuh untuk menghindari cuaca ekstrem. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved