Penemuan Granat
Heboh Granat Aktif di Pekarangan BPN Makassar, Diledakkan di Tanjung Bunga
Proses peledakan atau dalam istilah Gegana dikenal dengan sebutan disposal di area kosong di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Tim Gegana Brimob Polda Sulsel meledakkan granat nanas yang ditemukan di belakang kantor BPN Makassar, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026).
Proses peledakan atau dalam istilah Gegana dikenal dengan sebutan disposal di area kosong di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Jarak antara Jalan Metro Tanjung Bunga dan Kantor BPN Makassar di Jalan AP Pettarani berkisar 8–10 kilometer
Waktu tempuh sekitar 20–30 menit tergantung kondisi lalu lintas.
Rute umumnya, dari AP Pettarani menuju pusat kota.
Lanjut ke arah Jalan Penghibur.
Masuk ke kawasan Metro Tanjung Bunga
Kalau lalu lintas padat, waktu tempuh bisa lebih lama, apalagi di jam sibuk Makassar.
Granat aktif merupakan jenis bahan peledak yang masih berfungsi dan berpotensi meledak sewaktu-waktu jika terpicu.
Granat dikategorikan aktif apabila seluruh komponennya masih utuh, termasuk bahan peledak di dalamnya serta sistem pemicu seperti pin atau sekring.
Kondisi ini membuat granat sangat berbahaya, terutama jika berada di lingkungan terbuka atau dekat permukiman warga.
Granat aktif tidak boleh disentuh atau dipindahkan oleh masyarakat umum.
Penanganannya harus dilakukan oleh tim khusus yang memiliki keahlian, seperti satuan Gegana dari Korps Brimob Polri.
Jika tidak segera diamankan, granat aktif dapat menimbulkan dampak serius.
Mulai dari luka berat hingga korban jiwa, serta kerusakan di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, temuan granat aktif juga berpotensi memicu kepanikan di tengah masyarakat.
Karena itu, setiap temuan benda mencurigakan yang diduga granat harus segera dilaporkan ke pihak berwenang.
Prosedur penanganan biasanya dilakukan melalui proses disposal atau peledakan terkendali di lokasi yang aman.
Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan potensi bahaya tanpa membahayakan warga sekitar.
Dengan penanganan yang tepat, risiko yang ditimbulkan oleh granat aktif dapat diminimalisir.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Brimob Polda Sulsel, Kompol Mansur, mengatakan peledakan dilakukan untuk mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan.
“Sesuai dengan informasi dan laporan dari masyarakat bahwa ada temuan granat di belakang BPN,” kata Kompol Mansur ditemui di kantornya di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.
“Setelah ada temuan itu kami menyiapkan personel Jibom untuk melaksanakan giat evakuasi sekaligus kita disposal,” lanjutnya.
Peledakan temuan itu, lanjut Mansur, sudah sesuai SOP penanganan Korps Brimob Polri.
“Karena sesuai dengan petunjuk Kors Brimob, apabila ada temuan granat aktif, harus langsung disposal. Makanya kami tadi langsung disposal di daerah Tanjung,” jelasnya.
Proses disposal granat, kata Mansur, dilakukan di area aman dan jauh dari permukiman warga.
Warga sekitar lokasi, lanjut Mansur, juga telah diimbau sebelumnya agar tidak beraktivitas di dekat lokasi peledakan.
“Kita cari tempat yang paling aman, jauh dari jangkauan masyarakat. Harus steril. Setelah kita sterilkan tempatnya, kita sampaikan kepada masyarakat. Jadi ada tahapan,” jelasnya.
Mansur menegaskan kondisi granat tersebut masih dalam keadaan aktif.
Olehnya itu, proses disposal, kata dia, penting dilakukan segera untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang dapat ditimbulkan.
“Sangat membahayakan, karena granat itu masih aktif. Kalau kita lihat ciri-ciri dan kondisinya, masih aktif dan sangat berbahaya apabila kita tidak melakukan pengamanan dan disposal langsung,” tuturnya.
Granat nanas ditemukan di dalam pekarangan kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026).
Granat berwarna hijau army itu ditemukan di pekarangan belakang kantor BPN.
Tepatnya di dalam tong sampah yang berada di depan masjid dekat pintu belakang kantor.
Pantauan Tribun pukul 12.27 WITA, granat tersebut sudah tidak berada di lokasi.
“Sekitar pukul 11.47 Wita tadi dibawa sama Gegana Brimob,” kata sekuriti BPN Makassar yang ditemui di lokasi, Ahmad Awaluddin.
Ahmad Awaluddin mengatakan awal mula temuan granat itu diketahui sekitar pukul 08.48 Wita.
“Awalnya ada petugas sampah pungut sampah dari dalam tong, lalu tumpah. Dilihatlah itu granat, bentuk nanas,” ujarnya.
Petugas sampah itu kemudian melapor ke Ahmad Awaluddin yang sementara berjaga di pos pintu belakang.
“Setelah itu saya amankan barangnya, lalu saya melapor di grup dan tim BPN melapor ke Brimob,” sebutnya.
SOP Penanganan Granat Aktif
Penanganan granat aktif oleh Korps Brimob Polri dilakukan melalui prosedur ketat sesuai standar operasional (SOP) guna mencegah risiko ledakan dan melindungi masyarakat.
Tahapan pertama dimulai dari penerimaan laporan masyarakat terkait temuan benda mencurigakan yang diduga granat.
Setelah itu, tim penjinak bom (Jibom) dari satuan Gegana segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi awal.
Petugas kemudian melakukan sterilisasi area dengan memasang garis pengaman dan menjauhkan warga dari titik temuan.
Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat di sekitar lokasi yang berpotensi terdampak.
Selanjutnya, tim melakukan observasi dan pemeriksaan terhadap kondisi granat.
Jika dipastikan masih aktif, petugas akan menentukan metode penanganan yang paling aman.
Dalam banyak kasus, granat aktif tidak dipindahkan secara sembarangan.
Namun, jika situasi memungkinkan, granat akan dievakuasi ke lokasi aman yang jauh dari permukiman warga.
Tahap berikutnya adalah proses disposal atau peledakan terkendali.
Proses ini dilakukan di area steril dengan memperhitungkan radius aman serta dampak ledakan.
Seluruh tahapan dilakukan menggunakan perlengkapan khusus dan oleh personel terlatih.
Selama proses berlangsung, koordinasi dengan aparat setempat juga dilakukan untuk pengamanan tambahan.
Setelah disposal selesai, tim melakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang tertinggal.
Dengan SOP tersebut, Korps Brimob Polri memastikan setiap penanganan granat aktif dilakukan secara profesional, cepat, dan aman guna meminimalkan risiko bagi masyarakat.
| BREAKING NEWS: Granat Nanas Ditemukan di Pekarangan Belakang Kantor BPN Makassar |
|
|---|
| Ditemukan Kemarin, Granat Aktif di Samping Kios Warga Toraja Utara Baru Dievakuasi Pagi Ini |
|
|---|
| Granat Ditemukan 10 Meter dari Rumahnya, Indo' Sattu Langsung Panik |
|
|---|
| Lokasi Penemuan Benda Diduga Granat di Toraja Utara, Lurah Tallunglipu Matalo Imbau Warga Tak Panik |
|
|---|
| Breaking News: Geger! Benda Mirip Granat Ditemukan Warga di Dekat Jembatan Tagari Toraja Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/GRANAT-AKTIF-Danden-Gegana-Brimob-Polda-Sulsel-Kompol-Mansu.jpg)