Penerbangan Bone-Morowali Mulai Rp500 Ribuan
Bandara Arung Palakka resmi membuka rute Bone, Sulsel - Morowali, Sulteng mulai 26 Februari 2026.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- Bandara Arung Palakka, Bone, Sulsel membuka rute penerbangan Bone-Morowali mulai 26 Februari 2026. Rute ini dilayani maskapai Fly Jaya dua kali seminggu, setiap Kamis dan Minggu.
- Jadwal keberangkatan dari Morowali pukul 08.25 WITA dan dari Bone pukul 10.05 WITA, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 10 menit.
- Harga tiket diperkirakan kisaran Rp500 ribuan.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Bandara Arung Palakka resmi membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Bone, Sulawesi Selatan, dengan Morowali, Sulawesi Tengah.
Rute Bone-Morowali mulai beroperasi pada 26 Februari 2026 dan dilayani maskapai Fly Jaya dengan harga tiket di kisaran Rp500 ribuan.
Kepala UPBU Arung Palakka, Andi Indar Gunawan, membenarkan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026).
“Ini demi konektivitas antarwilayah. Tentunya untuk menunjang mobilitas penumpang dari tiga kabupaten yang terhubung dengan rute ini,” katanya.
Ia menambahkan, meski rute Morowali masih baru, minat masyarakat terhadap layanan penerbangan cukup tinggi.
“Kalau bicara diminati, semua rute diminati. Intinya ada konektivitas. Tapi sejauh ini yang paling menonjol tetap Bone-Kendari dan Bone-Balikpapan, ada juga Bone-Makassar,” ujarnya.
Penerbangan Bone-Morowali akan beroperasi dua kali seminggu, yakni setiap Kamis dan Minggu.
Jadwal keberangkatan dari Morowali pukul 08.25 WITA dan tiba di Bone pukul 09.35 WITA.
Sebaliknya, penerbangan dari Bone dijadwalkan berangkat pukul 10.05 WITA dan tiba di Morowali pukul 11.15 WITA.
“Waktu tempuh hanya sekitar 1 jam 10 menit,” ujarnya.
Tiket penerbangan dapat dibeli melalui situs resmi Fly Jaya maupun platform pemesanan perjalanan daring.
Andi Indar berharap kehadiran rute Bone-Morowali dapat mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah.
“Semoga masyarakat merasakan manfaatnya, dan ke depan semakin banyak konektivitas yang bisa kita buka,” tutupnya.
Sementara itu, seorang pekerja tambang di Morowali, Syahrul Ashar (28), menyambut antusias pembukaan rute baru tersebut.
Ia mengaku selama ini harus menempuh perjalanan darat yang panjang dan melelahkan setiap kali pulang kampung ke Bone.
Menurut Syahrul, terdapat tiga jalur darat yang biasa ditempuh para pekerja tambang.
Jalur memutar membutuhkan waktu hingga 24 jam dengan kondisi jalan relatif baik.
Jalur danau memakan waktu sekitar 15 jam.
Sementara jalur hutan menjadi yang tercepat, sekitar 12 jam.
Namun kondisi jalannya rusak dan cukup berisiko.
Biaya sewa mobil bervariasi.
Mulai Rp400 ribu hingga Rp450 ribu, tergantung jenis kendaraan dan jalur yang dipilih.
“Kalau lewat darat capek sekali, kadang sampai 24 jam. Ada jalur pintas lewat hutan tapi jalannya rusak. Jadi lebih bagus dan efisien pakai pesawat. Saya sudah tidak sabar menunggu rute ini dibuka,” tandasnya. (*)
| DPD II Barru: Calon Ketua Golkar Sulsel Baru Harus Sejalan Visi Bahlil |
|
|---|
| Sepulang dari Soppeng, Muhidin Laporkan Aspirasi 24 DPD II Golkar ke Bahlil |
|
|---|
| Di Depan Ribuan Kader, Muhidin Bangga Soppeng Selalu Jadi Lumbung Beringin |
|
|---|
| Konsolidasi di Soppeng, Muhidin: Bahlil Ingin Musda Golkar Sulsel Aklamasi |
|
|---|
| Duet Tokoh Pers Konfeprov PWI: Suwardi Thahir Calon Ketua, Dahlan Abubakar Ketua Dewan Kehormatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-19-feb-bandara-bone.jpg)