Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cekcok Berujung Maut di Barebbo Bone, 1 Meninggal Dunia

Cekcok berujung penganiayaan berat (anirat) menyebabkan satu orang tewas di Kabupaten Bone

|
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ari Maryadi
Tribun Network
MENINGGAL - Ilustrasi warga meninggal dunia. Cekcok di Bone memakan korban jiwa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Peristiwa tragis terjadi di Dusun Ujung, Desa Parippung, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Minggu (19/10/2025) sore. 

Cekcok berujung penganiayaan berat (anirat) menyebabkan satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka serius.

Korban diketahui bernama Feri Padli (33), warga Dusun Lempang, Desa Corawali, Kecamatan Barebbo, serta Randi Saputra (23), warga Lingkungan Dare’e, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Adapun pelaku adalah DR (22), warga Dusun Taddagae, Desa Walenreng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone.

Kapolsek Barebbo, Iptu Muhammad Arif, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat pelaku bersama seorang rekannya sedang dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor.

Setibanya di lokasi kejadian, mereka dihadang oleh beberapa orang hingga terjadi adu mulut yang berujung perkelahian.

“Pelaku sempat dikeroyok oleh beberapa orang di TKP. Karena panik, ia mencabut senjata tajam jenis badik yang diselipkan di pinggang kanannya,"ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025). 

"Saat itu, korban pertama, Feri Padli, datang hendak memukul pelaku, namun langsung ditusuk di bagian pinggang sebelah kanan,”sambungnya.

Sementara korban kedua, Randi Saputra, juga mencoba memukul pelaku namun terjatuh. 

Pelaku kemudian menusuk korban di beberapa bagian tubuh, yakni paha kanan, perut kiri, dada kiri, dan lengan belakang kiri.

“Akibat luka tusukan tersebut, kedua korban segera dilarikan ke RS Pancaitana Watampone untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, korban Randi Saputra meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” tambahnya.

Pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian bersama barang bukti senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut.

Sementara itu, Kasihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar mengaku saat ini pelaku telah diamankan di Polres Bone

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bone untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri. Polres Bone akan menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Hingga kini, penyidik Polres Bone masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap secara utuh motif di balik peristiwa berdarah tersebut.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved