Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Hari Polisi Wanita

Profil AKP Nurhayati Kapolsek Perempuan Satu-satunya di Bone, Doktor Lulusan UMI

Sejak kecil ia bercita-cita menjadi Polwan, namun orangtuanya sempat menolak dan menginginkan ia menjadi seorang dokter.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
HUT POLWAN- Kapolsek Lamuru, AKP Nurhayati Jumat (29/8/2025). AKP Nurhayati mengaku keinginannya menjadi Polwan sempat ditentang orangtuanya.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Profil AKP Nurhayati sebagai satu-satunya polisi wanita jabat Kapolsek di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

AKP Nurhayatimengemban amanah sebagai Kapolsek Lamuru, Kecamatan Lamuru.

Bagi Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Polwan 2025 memiliki arti mendalam. 

Ia menilai peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri.

“Kalau menurut saya HUT Polwan 2025 bagi kami itu sebuah momentum istimewa untuk merefleksikan hidup, bukan sekadar seremonial. Dimana kami dituntut untuk profesional, khususnya saya pribadi yang diamanahkan sebagai Kapolsek Lamuru yang harus memimpin satu kecamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Jumat (29/8/2025).

Menjadi perempuan yang memimpin bawahan mayoritas laki-laki, bahkan sebagian di antaranya lebih tua darinya, tidak membuat Nurhayati gentar. 

Ia memilih pendekatan saling menghormati.

“Bagaimana saya memimpin mereka lebih kepada saling menghormati saja. Saya hormat kepada yang lebih tua dan mereka hormat kepada saya sebagai pimpinan,” ungkapnya.

Perjalanan Nurhayati menjadi polisi tidaklah mudah. 

Sejak kecil ia bercita-cita menjadi Polwan, namun orangtuanya sempat menolak dan menginginkan ia menjadi seorang dokter.

“Tapi karena saya kekeh dan meyakinkan mereka kalau saya bisa, akhirnya mereka luluh,” kata Nurhayati.

Selain mengabdi sebagai polisi, Nurhayati juga berperan sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak.

Ia mengaku harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

“Anak saya dua, memang dari kecil itu saya sudah tanamkan kalau pekerjaan orang tuanya begini. Jadi memang dibiasakan dari kecil,"akuinya.

"Dan alhamdulillah mereka mengerti. Sampai dewasa pun mereka tidak pernah protes kalau saya jarang waktu untuk mereka,”sambungnya.

AKP Nurhayati mengaku perempuan juga mampu berdiri tegak sebagai pemimpin.

Tanpa meninggalkan peran pentingnya di keluarga.

Berikut Profil AKP Nurhayati

Nama: AKP Dr Nurhayati, S. H., M. H

TTL: Bone, 2 Desember 1978

Hobi: Membaca dan Menulis

Pendidikan Umum:

S1 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Watampone (STIH) Watampone 2006

S2 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar 2015

S3 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar 2019

Pendidikan Kepolisian

Bintara sepolwan Jakarta 1998 / 1999

SIP SUS RESKRIM 2013

Pendidikan Pengembangan:

PPA Reskrim Jakarta 2008

Ciber crime Reskrim Megamendung 2010

HKI Reskrim Megamendung 2011

Perbankan Megamendung 2012

IKNB Reskrim 2017

Pelatihan Kelas Internasional 

UPPA Penyelenggara Asutralian federal police, JCLEC 2011

People Smugling Penyelenggara Australian federal police, JCLEC 2015

Female Law Enforcemen Penyelenggara Autralian federal Officer police 2016

Investigation ICITAP USA 2018

Riwayat Jabatan

Ba Dit Pes Polda Sulsel 1999 - 2000

Spri Kapolwil Bone 2000 - 2007

Ba Reskrim Polwil Bone 2007-2009

Spri Kapolda Sulsel 2009 - 2011

BA/PA Di Reskrimum Polda Sulsel 2011-2021

Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang 2021-2023

Kasat Binmas Polres Sinjai 2023 - 2024

Kapolsek Lamuru Maret 2024. 

Sejarah HUT Polwan

Mengutip laman Museum Polri, cikal bakal Polwan dimulai pada 1948.

Kala itu, polisi kesulitan memeriksa perempuan korban, saksi, atau tersangka, khususnya untuk pemeriksaan fisik.

Polisi kemudian meminta bantuan istri polisi atau pegawai wanita.

Namun, kebutuhan tenaga profesional membuat organisasi wanita di Bukittinggi mengusulkan perekrutan polisi wanita.

Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera membuka pendidikan calon Polwan di Bukittinggi.

Enam wanita pertama dididik resmi mulai 1 September 1948:

Mariana Saanin

Nelly Pauna

Rosmalina Loekman

Dahniar Sukotjo

Djasmainar

Rosnalia Taher

Tiga tahun kemudian, 1 Mei 1951, mereka lulus dan bertugas menangani kasus wanita dan anak, termasuk:

Memberantas kejahatan yang dilakukan oleh atau terhadap wanita dan anak-anak

Membantu pemeriksaan tersangka/saksi wanita

Mengawasi pelacuran serta perdagangan wanita dan anak-anak
 
Tema HUT ke-77 Polwan

Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", HUT ke-77 Polwan dimaknai sebagai penguatan semangat pengabdian serta kedekatan Polwan dengan masyarakat. (*)

 

 


 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved