Hari Polisi Wanita
Profil AKP Nurhayati Kapolsek Perempuan Satu-satunya di Bone, Doktor Lulusan UMI
Sejak kecil ia bercita-cita menjadi Polwan, namun orangtuanya sempat menolak dan menginginkan ia menjadi seorang dokter.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Profil AKP Nurhayati sebagai satu-satunya polisi wanita jabat Kapolsek di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
AKP Nurhayatimengemban amanah sebagai Kapolsek Lamuru, Kecamatan Lamuru.
Bagi Doktor lulusan Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Polwan 2025 memiliki arti mendalam.
Ia menilai peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri.
“Kalau menurut saya HUT Polwan 2025 bagi kami itu sebuah momentum istimewa untuk merefleksikan hidup, bukan sekadar seremonial. Dimana kami dituntut untuk profesional, khususnya saya pribadi yang diamanahkan sebagai Kapolsek Lamuru yang harus memimpin satu kecamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun-Timur.com, Jumat (29/8/2025).
Menjadi perempuan yang memimpin bawahan mayoritas laki-laki, bahkan sebagian di antaranya lebih tua darinya, tidak membuat Nurhayati gentar.
Ia memilih pendekatan saling menghormati.
“Bagaimana saya memimpin mereka lebih kepada saling menghormati saja. Saya hormat kepada yang lebih tua dan mereka hormat kepada saya sebagai pimpinan,” ungkapnya.
Perjalanan Nurhayati menjadi polisi tidaklah mudah.
Sejak kecil ia bercita-cita menjadi Polwan, namun orangtuanya sempat menolak dan menginginkan ia menjadi seorang dokter.
“Tapi karena saya kekeh dan meyakinkan mereka kalau saya bisa, akhirnya mereka luluh,” kata Nurhayati.
Selain mengabdi sebagai polisi, Nurhayati juga berperan sebagai ibu rumah tangga dengan dua anak.
Ia mengaku harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.
“Anak saya dua, memang dari kecil itu saya sudah tanamkan kalau pekerjaan orang tuanya begini. Jadi memang dibiasakan dari kecil,"akuinya.
"Dan alhamdulillah mereka mengerti. Sampai dewasa pun mereka tidak pernah protes kalau saya jarang waktu untuk mereka,”sambungnya.
AKP Nurhayati mengaku perempuan juga mampu berdiri tegak sebagai pemimpin.
Tanpa meninggalkan peran pentingnya di keluarga.
Berikut Profil AKP Nurhayati
Nama: AKP Dr Nurhayati, S. H., M. H
TTL: Bone, 2 Desember 1978
Hobi: Membaca dan Menulis
Pendidikan Umum:
S1 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Watampone (STIH) Watampone 2006
S2 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar 2015
S3 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar 2019
Pendidikan Kepolisian
Bintara sepolwan Jakarta 1998 / 1999
SIP SUS RESKRIM 2013
Pendidikan Pengembangan:
PPA Reskrim Jakarta 2008
Ciber crime Reskrim Megamendung 2010
HKI Reskrim Megamendung 2011
Perbankan Megamendung 2012
IKNB Reskrim 2017
Pelatihan Kelas Internasional
UPPA Penyelenggara Asutralian federal police, JCLEC 2011
People Smugling Penyelenggara Australian federal police, JCLEC 2015
Female Law Enforcemen Penyelenggara Autralian federal Officer police 2016
Investigation ICITAP USA 2018
Riwayat Jabatan
Ba Dit Pes Polda Sulsel 1999 - 2000
Spri Kapolwil Bone 2000 - 2007
Ba Reskrim Polwil Bone 2007-2009
Spri Kapolda Sulsel 2009 - 2011
BA/PA Di Reskrimum Polda Sulsel 2011-2021
Kanit Reskrim Polsek Tanete Riattang 2021-2023
Kasat Binmas Polres Sinjai 2023 - 2024
Kapolsek Lamuru Maret 2024.
Sejarah HUT Polwan
Mengutip laman Museum Polri, cikal bakal Polwan dimulai pada 1948.
Kala itu, polisi kesulitan memeriksa perempuan korban, saksi, atau tersangka, khususnya untuk pemeriksaan fisik.
Polisi kemudian meminta bantuan istri polisi atau pegawai wanita.
Namun, kebutuhan tenaga profesional membuat organisasi wanita di Bukittinggi mengusulkan perekrutan polisi wanita.
Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera membuka pendidikan calon Polwan di Bukittinggi.
Enam wanita pertama dididik resmi mulai 1 September 1948:
Mariana Saanin
Nelly Pauna
Rosmalina Loekman
Dahniar Sukotjo
Djasmainar
Rosnalia Taher
Tiga tahun kemudian, 1 Mei 1951, mereka lulus dan bertugas menangani kasus wanita dan anak, termasuk:
Memberantas kejahatan yang dilakukan oleh atau terhadap wanita dan anak-anak
Membantu pemeriksaan tersangka/saksi wanita
Mengawasi pelacuran serta perdagangan wanita dan anak-anak
Tema HUT ke-77 Polwan
Mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", HUT ke-77 Polwan dimaknai sebagai penguatan semangat pengabdian serta kedekatan Polwan dengan masyarakat. (*)
| Sentuhan Kasih Polwan Selayar, Bagi Sembako Sambut HUT ke-77 |
|
|---|
| Sosok Bripka Samrah, Polwan Luwu Aktif Jual Somai dan Bertani Demi Anak |
|
|---|
| Pagi Urus Anak Siang Atur Lalu Lintas, Ini Sosok Brigpol Wiwi Aggota Sat Lantas Polres Sinjai |
|
|---|
| Langsung Lolos Polri di Usia 17 Tahun 7 Bulan, Sosok Ipda Dewi Suharti Pimpin Unit PPA Polres Palopo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kapolsek-Lamuru-AKP-Nurhayati-Jumat-2982025.jpg)