Cara Mengisi Kendaraan Listrik Lewat PLN Mobile
PLN Sulselrabar terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Selain menambah SPKLU, PLN memperagakan pengisian baterai kendaraan listrik.
Penulis: Makmur | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ringkasan Berita:
- PLN UID Sulselrabar mencatat lonjakan transaksi SPKLU hingga 9.459 pengisian pada 2025.
- PLN terus menambah SPKLU dan memperagakan tata cara pengisian kendaraan listrik melalui PLN Mobile di Bulukumba.
- Mulai dari memindai barcode, memilih daya, hingga pembayaran. PLN juga menyiapkan fitur antrean agar pengguna bisa mengatur jadwal pengisian.
TRIBUN-TAKALAR.COM - Dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat telah mengoperasikan 65 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 51 titik.
Di antaranya:
Makassar, Parepare, Pinrang, Bulukumba, Maros, Bone, Palopo, dan lainnya.
Kantor PLN UID beralamat di Jl. Letjen Hertasning, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
PLN UID Sulselrabar mencatat kenaikan signifikan transaksi kendaraan listrik dalam lima tahun terakhir.
Hingga Agustus 2025, total transaksi mencapai 9.459 kali dengan nilai Rp670 juta.
Angka ini melonjak dibanding 2024 yang mencatat 4.655 transaksi senilai Rp292 juta.
Baca juga: PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, SPKLU Hadir di Makassar, Jeneponto, dan Bulukumba
PLN terus menambah jumlah SPKLU.
PLN UID Sulselrabar menargetkan 126 SPKLU terbangun pada 2026.
Serta 685 SPKLU pada 2030.
Asisten Manager Niaga dan Pemasaran Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bulukumba, Andi Malombbassi, memperagakan tata cara pengisian kendaraan listrik di SPKLU UP3 Bulukumba, Kamis (11/12/2025).
Sebelum mempraktikkan, Andi menjelaskan bahwa seluruh proses pengisian SPKLU berbasis digital melalui aplikasi PLN Mobile. Ia kemudian membuka ponselnya dan menunjukkan langkah-langkah kepada wartawan.
“Pertama, buka aplikasi PLN Mobile, kemudian pilih fitur Electric Vehicle,” jelasnya.
Selanjutnya pengguna perlu memindai barcode yang terpasang di mesin pengisian.
Setelah dipindai, muncul menu pilihan daya yang akan diisi dan metode pembayaran.
Pembayaran dapat dilakukan sebelum atau sesudah pengisian.
Metode pembayaran mendukung e-wallet.
“Konektor tidak akan tercabut kalau pembayaran belum selesai bagi yang memilih bayar setelah pengisian,” kata Andi.
Setelah memilih daya dan metode pembayaran, pengguna menekan tombol charge.
Daya baterai kemudian mulai terisi dan prosesnya dapat dipantau melalui aplikasi. “Tanda sedang mengisi, lampu warna biru menyala,” jelasnya sambil menunjukkan lampu LED pada mesin.
Waktu pengisian bervariasi, tergantung kapasitas mesin cas dan kapasitas baterai kendaraan.
Mulai dari medium charging 7–22 kW per jam, hingga ultra fast charging mendukung 180 kW per jam.
Andi juga mengungkapkan pengembangan fitur baru pada PLN Mobile, yakni sistem antrean di SPKLU.
Dengan fitur ini, pelanggan dapat mendaftar.
Mengambil nomor antrean.
Mengatur jadwal pengisian tanpa harus berada di lokasi.
“Dengan fitur ini, nantinya pelanggan bisa mengatur jadwal pengisian di SPKLU,” ujarnya. (*)
| Suporter Tak Sitinaja Berbuat Onar di Stadion, Memilih Diam pada Tindakan Anarkhis adalah Kejahatan |
|
|---|
| Suporter PSM Makassar Nyalakan Flare dan Masuk Lapangan, Kapolres Parepare: Itu Tradisi Akhir Musim |
|
|---|
| Profil Komarudin Watubun, Komisi II DPR RI Fraksi PDIP Minta Gibran Berkantor di IKN Usai Putusan MK |
|
|---|
| Mengenal AKP Yohanes Bonar Adiguna dan Narkotika Etomidate Miliknya, Tahun Lalu jadi Perhatian |
|
|---|
| Satu Calon Haji asal Sulbar Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Dicekal saat Hendak Naik Pesawat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-12-pln.jpg)