Makassar Mulia

Appi Dorong Pembayaran Nontunai Digital

Ist
HEADLINE TRIBUN TIMUR - Munafri ‘Appi’ Arifuddin (49), saat hadiri launching Festival QRIS Tap Sulsel, digelar Bank Indonesia bersama Pemprov Sulsel, Jl Jend Sudirman, Makassar, Minggu (29/6). Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dorong percepatan digitalisasi tata kelola pemerintahan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dorong percepatan digitalisasi tata kelola pemerintahan.

Penerapan sistem pembayaran nontunai di seluruh layanan publik dan sektor ekonomi masyarakat salah satu fokus utamanya.

Disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri ‘Appi’ Arifuddin (49), saat hadiri launching Festival QRIS Tap Sulsel, digelar Bank Indonesia bersama Pemprov Sulsel, Jl Jend Sudirman, Makassar, Minggu (29/6).

Appi menambahkan, penerapan sistem pembayaran nontunai diharapkan memperkuat transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas layanan kepada masyarakat.

“Seluruh proses pembayaran di lingkup Pemerintah Kota Makassar telah kami instruksikan untuk dilakukan secara nontunai atau cashless,” katanya.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Munafri: Tidak Ada Lagi Air Minum Kemasan di Kantor Pemerintah

Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar tradisional yang dikelola PD Pasar, rencana pembayaran parkir digital PD Parkir, dan pembayaran langganan air bersih PDAM, hingga transaksi layanan publik lainnya.

“Kami berharap langkah Bank Indonesia melalui QRIS ini memberikan dukungan signifikan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan,” jelasnya.

Ketua DPD II Golkar Makassar ini menegaskan, digitalisasi pembayaran menjadi penting untuk meningkatkan transparansi dan mencegah potensi kebocoran anggaran.

“Ini bukan hanya untuk menghindari fitnah, tetapi juga meminimalkan resiko-resiko lain yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Ia mengapresiasi atas dipilihnya Makassar sebagai tuan rumah Festival QRIS Tap, menjadikannya kota kedua di Indonesia yang menyelenggarakan agenda tersebut.

“Ini anugerah besar bagi kami. Semoga Makassar semakin siap menjadi kota yang melek digital, dan masyarakatnya mampu menerima transformasi ini dengan baik,” ujarnya.

Festival QRIS Tap Sulsel diharapkan menjadi langkah akselerasi dalam memperluas penggunaan QRIS, memperkuat inklusi keuangan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Karena itu, Pemkot Makassar akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan.

Bertujuan memastikan proses digitalisasi, termasuk dalam penerimaan retribusi dan pendapatan asli daerah (PAD), berjalan optimal.

“Kami berharap ini menjadi bagian dari progres tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Kami juga mohon bimbingan dan masukan agar sistem pembayaran digital kita semakin kuat dan terintegrasi,” katanya.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan QRIS dalam bertransaksi.

Ia menegaskan, QRIS Tap aman digunakan karena terintegrasi berbagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) nasional.

Termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga, Bank Nobu, serta platform dompet digital seperti DANA, ShopeePay, dan Gopay.

“Teman-teman warga Makassar jangan ragu menggunakan QRIS TAP karena telah didukung oleh sembilan bank dan lima penyelenggara jasa pembayaran non-bank seperti Shopee, DANA, dan lainnya,” ujarnya.

Rizki menambahkan, transaksi melalui QRIS memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, peluncuran ini bagian dari komitmen BI dalam memperluas ekosistem pembayaran digital ke berbagai daerah. Sebelumnya, peluncuran nasional telah digelar di Jakarta.

“Kami sangat menghargai dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, OJK, LPS, serta seluruh mitra yang telah membantu mendorong transformasi pembayaran digital di daerah,” ujarnya.

Ia berharap teknologi ini segera diadopsi secara luas, tidak hanya pelaku usaha kecil, seperti UMKM, kantin, dan warung, tapi juga dalam layanan publik seperti pembayaran retribusi, tagihan listrik dan air, hingga donasi di tempat ibadah.

Perbedaan utama QRIS TAP terletak pada pengalaman pengguna. Jika sebelumnya konsumen harus memindai kode milik pedagang, kini cukup mendekatkan ponsel ke perangkat pemindai.

Proses yang lebih ringkas ini dinilai akan mempercepat antrian dan meningkatkan efisiensi transaksi