Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Piala Dunia 2026

Indonesia vs China: Media China Sebut Indonesia 'Macan Kertas'

Timnas Indonesia mendapatkan julukan negatif dengan mendapatkan predikat sebagai tim 'Macan Kertas' dari media China

Editor: Muh Hasim Arfah
ilustrasi by AI
KUALIFIKASI PIALA DUNIA- Ilustrasi by AI, tim Nasional Indonesia akan menghadapi China di kandang dalam pertandingan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C zona Asia ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Kamis (5/6) pukul 20.45 WIB. Timnas Indonesia berpeluang untuk memecahkan rekor buruk yang sudah bertahan selama 68 tahun. 

Live ON

RCTI

Kamis (5/6) Pukul: 20.45 WIB

TRIBUN-TIMUR.COM- Timnas Indonesia mendapatkan julukan negatif dengan mendapatkan predikat sebagai tim 'Macan Kertas' dari media China beberapa hari menjelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pertandingan kedua negara bakal digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Kamis (5/6/2025) pukul 20.45 WIB. 

Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tampak punya kekuatan besar namun sebenarnya rapuh dan mudah dirobek-robek seperti kertas.  Mereka menyebut Macan Kertas kepada timnas Indonesia setelah Garuda kalah 1-2 dari China dalam pertandingan di Qingdao Youth Football Stadium 15 Oktober 2024 lalu.

Frasa Macan Kertas ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tampak kuat, tapi hanya karena propaganda atau penampilan dari luar, tetapi sebenarnya tidak memiliki kekuatan yang nyata.  

Timnas Indonesia pernah disebut "Macan Kertas" oleh media China karena memiliki pemain naturalisasi tetapi tidak bisa menunjukkan performa yang kuat dalam pertandingan melawan timnas China, meskipun timnas Indonesia memiliki banyak pemain naturalisasi. China masih bisa mengalahkan Garuda 2-1 di pertandingan pada Oktober 2024 lalu.

Skuad Indonesia telah berganti, Pelatih Shin Tae-yong telah digantikan oleh Patrick Kluivert, selain itu ada beberapa pemain baru yang masuk bergabung tim dari tim yang ditaklukkan China di laga pertama. Ada harapan baru Indonesia kali ini dengan bergabungnya Ole Romeny, Emil Audero, Joey Pelupessy, Dean James, dan juga beberapa pemain lainnya yang baru bergabung.

Pertandingan ini menjadi kesempatan timnas Indonesia untuk mematahkan ejekan dari publik China atas timnas Indonesia. Caranya tidak ada pilihan lain lagi selain mengalahkan mereka di pertandingan kandang kali ini.

Selain itu, ada motivasi ekstra bagi Jay Idzes dan kawan-kawan untuk menghentikan rekor buruk di mana timnas Indonesia tidak pernah menang dalam pertandingan kandang melawan China selama 68 tahun.

Dalam catatan pertemuan yang digelar di tanah air, Indonesia terakhir kali menang atas China di kandang sendiri terjadi pada 68 tahun lalu. Tepatnya pada 12 Mei 1957, saat Indonesia menang 2-0 di kualifikasi Piala Dunia. Itulah catatan terakhir kali Indonesia menang atas China di kandang sendiri, catatan itu bertahan hingga saat ini.

Media China menyebut pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert takut sebelum bertanding. Ia menuliskan bahwa Patrick Kluivert sudah berusaha mempelajari taktik China namun tidak mendapatkan hasil apapun.

"Tim Indonesia takut sebelum pertandingan! Pelatih kepala mengatakan bahwa dia telah mempelajari tim Tiongkok, tetapi tidak mendapatkan hasil apa pun," demikian judul artikel media China, 163.com.

Ya, Patrick Kluivert memang sempat melontarkan pernyataan tersebut beberapa waktu lalu. Ia sempat menonton beberapa kali pertandingan saat Timnas Indonesia dikalahkan China 1-2 pada Oktober tahun lalu. "Ya, kami banyak berdiskusi soal China. Kami sudah menganalisis mereka dengan baik. Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan. Saya memang belum bergabung saat itu. Tapi ini adalah pertandingan baru di kandang sendiri," kata Patrick Kluivert.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved